Rindu

Bolehkah aku menjumlah rindu,…

Sederas gerimis dimusim penghujan,

sebanyak butiran embun dipagi yang beku,

atau setiap hela nafasku yang beraroma namamu….

 

 

Advertisements

False

tears

Credit

” Wanita di jajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan sangkar madu “

Kuatlah wahai wanita,

biarkan air matamu menjadi obat bagi kesakitanmu sendiri.

#Lelah,…

What Cancer cannot do

# Untuk Pejuang kehidupan, untuk para penyintas dan spirit untuk diri sendiri.

” don’t give up,… Let’s survive and fight, we’re survivor indeed ! “

Siapa bilang kanker begitu kuat dan hebat ? percayalah, kanker juga terbatas….

Kanker tidak bisa melumpuhkan cinta,
tidak dapat menghancurkan harapan,
tidak dapat mengikis iman,
tidak bisa menghancurkan kedamaian,
tidak bisa merusak kepercayaan,
tidak dapat membunuh persahabatan,
tidak dapat menekan kenangan,
tidak bisa membungkam keberanian,
tidak bisa menyerang jiwa,
tidak bisa mencuri kehidupan yang kekal,
tidak bisa menaklukan semangat.
Jadi,… tidak ada alasan menyerah pada kanker !!

Ada kehidupan yang pantas diperjuangkan, ada sinar harapan di mata mereka yang mengasihimu, ada senyum dan tawa riang yang akan terkembang.
Menunggu aku, kamu, dan kalian berkata ” We’re survivor indeed “

Image From Google

* Pagiku dan kamu *

Jika malam adalah rembulan,maka pagi adalah hangatnya cahaya…perlahan mengintip dibalik tirai jendela yang kadang enggan kubuka.
malu-malu…perlahan menyusup,memantulkan sinar keemasan disepenuh ruang.

Aku dengan rambut tergerai dan piyama menangkap cahaya,memenuhi rongga paru-paruku dengan udara…memuaskan mataku menatap langit yang tlah tersingkap tak lagi pekat.
Gigilku sejak semalam memudar,…Pagi adalah asa yang baru,dan waktu yang baru menghidupkanmu dalam wujud sadarku…bukankah semalam tadi hanya mimpi ?

Aku hadirkan senyumku,…pada segelas yang kuteguk perlahan,pada hangatnya sarapan pemuas organ abdomenku sejak semalam yang melilit terhalang kantuk.

Pagi ku selalu sama,… terus menerus selayak acara televisi yang diputar di waktu yang sama,hanya kadang aroma cahaya berselingan dengan rintik hujan atau awan mendung.

Rasaku padamu pun masih sama,…bahkan perlahan meningkat seiring kau yang tampak menjadi kian mempesona di mataku.
Aku masih menyimpan rindu yang sama, meski rinduku katamu tak ada artinya berbanding rindumu yang slalu lebih besar dari bulir-bulir rindu yang ku simpan.

Akhhh,pagi ini hangat,kian hangat dengan kamu… tak perlu secangkir kopi itu.

Image From Google

D e l e t e d,……

Tidak ketika udara sehangat ini,
dan bibir mu tak kunjung bermurah hati menghadiahiku senyuman.

Jangan,…
pada lembayung jingga kau masih menitikkan buliran bening.

Kau bukan serupa daun kering,
yang bersuara ketika terinjak hampa.

Kau bukan serupa bunga-bunga tanpa makna,…
kau bukan langit suram tak berpelangi.

Senyum lah pada semua cinta yg menghadiahi sejuta pagi di kelopak matamu yg terbuka.
Pada udara dan aroma yg terus memanjamu,…
menganugerahimu ‘harapan’ tanpa batasan.

Bercintalah pada nama yang menumpahkan smua harap pd senyummu.
Tidak pada cinta yang nyaris membuatmu hilang udara.
Lepas segala prosa,diksi dan puisi ttg dia yang membekukan hati.

Kau lebih indah ketika tak melulu beraroma jingga.