Ketidaksempurnaan itu Tak Apa

Tidak sempurna itu tidak apa-apa…

Memangnya kenapa jika kehidupan ini tidak
sempurna ? Tidak apa-apa, kan ini bukan
surga.

Tuhanku teramat baik, bahkan dengan carut
marutnya diri. Kasih sayangNya terus
melingkupi. DIA memberi pemahaman dengan
caraNya yang teramat indah. Tidak memberi
ujian dan musibah diluar batas kemampuanku.

Aku tidak kecewa pada kurangku, mimpi yang tak terwujud, atau sakit dan sedihku.

Aku tidak khawatir jika kehidupan ini
berjalan tidak sempurna, asalkan aku diberikan kesabaran
dan kekuatan menerima setiap rencanaNYA.

Karena apapun itu, pasti ada keindahan disana 🙂

Ps. Sebuah catatan yang sekali lagi kutemukan

di note smartphonesku. Tertulis di 15 January 2021

Image : Sebuah foto yang tidak sempurna 😀

Coba toolong siapa itu dibelakang… hohoho

Lenyap

Suatu hari aku akan membuatmu tersadar. Perlahan aku akan mengabu,

menyublim, menghilang, menguap, tak terlihat.

Hilang di udara, diterbangkan dinginmu.

Lenyap laksana asap.

Ps. Bekasi, 9 Desember 2020

( Menemukan catatan lama di note HPku,

Entah rasa seperti apa saat itu hingga tertulis barisan kata ini )

Image : Aku dan keindahan yang jatuh ketanah

Kontemplasi Senja

Semakin hari semakin sepi ( bukan kesepian ) …

Semakin bertambah usia, rasanya energi terasa berbeda. Semakin sering membutuhkan jeda yang lebih panjang untuk

menimbang baik buruk atau apa saja yang terlewati dan terasa.

Semakin sering menghabiskan waktu sendiri, semakin sering mendengarkan suara hati yang terasa semakin cerewet belakangan ini.

Hati yang semakin sering komplain ketika sesuatu yang tidak pas terjadi, semakin sering mengingatkan ketika yang kita pikirkan atau lakukan tidak selaras dengan nurani yang terdalam. Inikah mendewasa ? terasa semakin rumit, langkah semakin lambat karena lebih banyak menelaah sebelum melangkah ?

Inikah mendewasa ? ketika keinginan menjadi tidak terlalu banyak, ketika barang bawaan menjadi lebih ringan, Karena mulai memahami sejauh apapun perjalanan, sebanyak apapun barang bawaan kita. Kita akan pulang dalam kesunyian, tanpa bawaan selain seberapa banyak kebaikan yang kita tanam. Selain seberapa banyak waktu yang kita habiskan untukNYA, dibanding bersibuk dengan dunia.

Setiap yang terlewati menjadi hikmah, menjadi teguran dan refleksi diri bahwa tidak sesuatu hal yang terjadi tanpa ijinNYA. Tidak ada yang terjadi tanpa memberikan pelajaran dan pemahaman.

Percayalah, memelankan ritme membuat semua terasa lebih nyata terdengar dan terasa.

Inikah mendewasa, ketika semakin tidak perduli pada anggapan orang terhadap kita. Semakin tuli pada cibiran, karena sesungguhnya tidak ada guna membalas atau berlelah hati karenanya.

Semakin memahami bahwa semua hal hanyalah titipan, yang kelak akan diambil oleh pemiliknya. Kini tentang menyiapkan diri, ketika kelak segala titipan itu diambil… sanggupkah kita untuk ikhlas ? sanggupkah kita tetap bersyukur untuk semua kesedihan ketika DIA memberikan kita ujian, cobaan atau musibah ?

Dan ketika kita harus meninggalkan segala,…sudah cukupkah bekal bawaan kita ? sudah cukupkah untuk menjadi bekal kita menjalani keabadiaan. Sudah cukupkah untuk menjadikan kita layak dipandang olehNYA ?

Trus nangis inget semua dosa…. malu karena tidak memiliki amal yang banyak, trus takut menghadapi hari penghakiman yang pasti datangnya. Karena sesungguhnya, aku yang lemah dan berdosa pun ingin bersama mereka yang terpilih. Yang ENGKAU jadikan penghuni taman-taman surgaMU… ya Alloh.

 

#KontemplasiSenja

Me, difotoin @Adiladety

Catatan

Aku suka menulis, sayangnya kamu tidak suka membaca…

Kutakut aksaraku terbang menyentuh hati yang lain,

berdiam disana lalu enggan pulang.

  • Awal Oktober 2020.

Sewajarnya

Screenshot_20200610-173858_Pinterest

image by Pinterest

 

Jangan terlampau keras berupaya membuatnya bahagia,

percayalah, upayamu yang berlebihan membuat dia bahagia

hanya akan membuatmu tidak bahagia.

Jadi lakukan sewajarnya…

Bukankah sejatinya, bahagiamu adalah bahagianya.

Ketika lelahmu adalah bahagianya, bukankah itu terlalu…

Jadi sewajarnya saja, cinta seharusnya menyembuhkan kedua belah pihak.

 

  • Bekasi, 10 Juni 2020