Surat Untuk Tuan

Untuk : ¬†Tuan yang ( masih ) kukasihi,…

Apa kabar ?

Bagaimana rasanya kehilangan,

Sepekat malamkukah ?  sesunyi langit soreku ?

Sejak kita memutuskan memeluk kehilangan satu sama lain.

Atau tak ada bedanya bagimu, tetap arogan dan bahagia.

 

Syukurlah aku menikmati rasa sakitnya, menikmati waktu diam-diam air mata mengalir.

Menikmati sesak tertahan melawan rindu dan kehilangan, bercampur amarah dan luka.

Mungkin aku terlalu cinta, hingga takut bersama hanya akan mengikis rasa.

Kamu terlalu digdaya, mengunci hatiku sekian lama.

Kamu terlalu mempesona, hingga dimataku salahmu tampak tak nyata

Kamu pusaran duniaku, hingga aku nyaris tiada.

 

Tuan,…

kamu guru kehidupanku,

denganmu aku belajar mencintai, mengikhlaskan, jatuh dan terluka

dan akhirnya belajar memaafkan.

baik-baik di sana, tetap keren ya

agar ku tidak menyesal menghabiskan waktu sewindu bersamamu.

 

Dari : Luka di dada kiri

 

Advertisements

Kangen Kamu itu,…

rindu-menikahCredit

Kangen kamu itu seperti petani yang rindu kemarau usai dan musim penghujan datang. Dahaga…

Kangen kamu itu seperti bernafas dan hilang udara. Menyesakkan…

Kangen kamu itu seperti gelap malam tanpa cahaya. Gulita…

Kangen kamu itu seperti lagu tanpa nada. Sumbang…

Kangen kamu itu seperti ada puisi dalam hati, berdesir dalam dada. Luruh…

Kangen kamu itu seperti bianglala tanpa senja. Hampa…

Kangen kamu itu seperti berjalan dalam hujan. Resah…

Kangen kamu itu seperti menunggu tanpa waktu temu. Lelah…

Kangen kamu itu seperti memintal rasa bersama doa. Asa…

Kangen kamu itu seperti aku tanpamu, tiada…

 

* Dikaki Langit Ramadhan,… Juni 2015 , dari Irma Senja