PUDAR

Perlahan kecemerlanganmu, memudar … mulai tak tertangkap mata biasaku

Serupa Neptunus, planet terjauh di tata surya

Terlampau tak masuk akal untuk dipandang

Kini kumulai bisa bernafas lega,

Patah hati ternyata membuatku mudah diajak kompromi

Terlalu melelahkan memeluk kenangan tanpa bertuan

Redalah, reda …

 

#puisiirmasenja

 

Advertisements

” MATAMU “

Setiap melihat matamu, hatiku entah kemana

Mungkin mencari makna mengapa matamu begitu memenjara

Seharusnya aku alihkan pandang,

bukan malah berenang didalamnya,

terlanjurku berkenalan dengan perihnya pengharapan.

 

 

PS. Penghulu bulan Mei yang berisik di kepala, tetap tenang dipermukaan …

#puisiirmasenja #mailav

 

Sirius

Kamu seperti Sirius di rasi major

Komponen bintang primer kelas A

Bintang paling terang di langit malam

Aku cahaya sore yang nyaris tenggelam di cakrawala

Kita, tak mungkin berjumpa …

 

Bekasi, 29 April 2019

#Puisiirmasenja

 

Just remember

20190124_122214

Mungkin karena melihatmu dalam toples kaca, terlihat tapi tak tersentuh. Lebih sulit dibandingkan tidak melihatmu sama sekali.

Mungkin karena perpisahan begitu menyesakkan, tanpa ada lambaian tangan atau pun doa saling melepaskan. Hingga jarak yang kian lebar, tidak kunjung menyembuhkan perihnya kehilangan.

Tidak ada yang sepertimu, yang mampu menggenggam hatiku… mengalahkan arogansiku. Tidak mungkin ada yang sepertimu, membuatku jatuh benar-benar jatuh lalu menyisakan ruang kecewa hingga bibirku nyaris tak sanggup berkata atau bertanya mengapa …

Mungkin aku salah, membuatmu lelah menemukan kesejatianku dan pada akhirnya hatimu berkata cukup, lalu mengubahmu menjadi asing di mataku.

Aku tidak sedang menyesali atau menafikan segala yang kita lewati. Kenangan tentangmu, Tuan… biarkan saja berada disana ditempatnya. Diruang tersembunyi, yang kita kunci dan tidak akan kita buka lagi.

Semua usai karena kita terlalu curang berperang melawan keadaan. Kini aku berjalan jauh lebih teguh dari sebelumnya, ternyata luka selalu punya cara menguatkan.

Satu hal yang kupahami, mencintaimu …. membuatku memahami banyak hal. Meski pada akhirnya kuhabiskan keberanian untuk bertahan. Aku baik-baik saja, kupikir aku akan binasa…nyatanya, kamu bahagia dan aku lega…

Dibawah kaki langit, kamu pernah jadi segala muaraku… dan aku pernah menjadi yang terdalam seperti yang kamu bilang. Kini dikaki langit yang sama, mimpi pudar perlahan,… hilang menyisakan sewindu kenangan dan sejuta pemahaman. Hidup dan cinta ….

 

Note : Entah mengapa membuka blog ini selalu saja membuatku berlari jauh kebelakang, menyusuri tiap lorong waktu bernama masa lalu. Dan lalu mengalir begitu saja, barisan aksara dari sesuatu yang pernah hidup dan berdetak dijiwaku, kamu.

( Bekasi, Laterazza 24 Januari 2019 )

Surat Untuk Tuan

Untuk :  Tuan yang ( masih ) kukasihi,…

Apa kabar ?

Bagaimana rasanya kehilangan,

Sepekat malamkukah ?  sesunyi langit soreku ?

Sejak kita memutuskan memeluk kehilangan satu sama lain.

Atau tak ada bedanya bagimu, tetap arogan dan bahagia.

 

Syukurlah aku menikmati rasa sakitnya, menikmati waktu diam-diam air mata mengalir.

Menikmati sesak tertahan melawan rindu dan kehilangan, bercampur amarah dan luka.

Mungkin aku terlalu cinta, hingga takut bersama hanya akan mengikis rasa.

Kamu terlalu digdaya, mengunci hatiku sekian lama.

Kamu terlalu mempesona, hingga dimataku salahmu tampak tak nyata

Kamu pusaran duniaku, hingga aku nyaris tiada.

 

Tuan,…

kamu guru kehidupanku,

denganmu aku belajar mencintai, mengikhlaskan, jatuh dan terluka

dan akhirnya belajar memaafkan.

baik-baik di sana, tetap keren ya

agar ku tidak menyesal menghabiskan waktu sewindu bersamamu.

 

Dari : Luka di dada kiri