Dear Hati

 

Dear Hati,…

Tegarlah, jangan biarkan air mata mengurungmu

mengikis kekuatanmu. Biarkan saja,…

Cukup bertahan, carilah ketenangan dan kelegaan bersama Penciptamu,

temukan tawa riang bersama dua pelita hatimu.

Jangan berkeluh, simpan semua rasa

Jangan lemahkan hati

Anggap ini hukuman karena tidak meyakini kesejatian cinta

Biarkan kesedihan hanya hidup dalam palung hatimu yang terdalam

Kamu sudah cukup jauh berjalan,

mungkin tidak lama lagi akan sampai pada ujungnya.

Bersabarlah sedikit lagi…

Dear Hati,….

Jangan tamak menginginkan semua kebahagiaan dunia kau rengkuh.

Tidak ada kesempurnaan dalam fananya dunia.

Cukup pahami, jalani dan kuatkan hati.

 

~ Ketika April terlalu lama ~

 

Advertisements

Kangen Kamu itu,…

rindu-menikahCredit

Kangen kamu itu seperti petani yang rindu kemarau usai dan musim penghujan datang. Dahaga…

Kangen kamu itu seperti bernafas dan hilang udara. Menyesakkan…

Kangen kamu itu seperti gelap malam tanpa cahaya. Gulita…

Kangen kamu itu seperti lagu tanpa nada. Sumbang…

Kangen kamu itu seperti ada puisi dalam hati, berdesir dalam dada. Luruh…

Kangen kamu itu seperti bianglala tanpa senja. Hampa…

Kangen kamu itu seperti berjalan dalam hujan. Resah…

Kangen kamu itu seperti menunggu tanpa waktu temu. Lelah…

Kangen kamu itu seperti memintal rasa bersama doa. Asa…

Kangen kamu itu seperti aku tanpamu, tiada…

 

* Dikaki Langit Ramadhan,… Juni 2015 , dari Irma Senja

Entah, mungkin celoteh saja…

sebelahtangan

Image from Google

Bulan penuh di langit malam ini, menyisakan kekaguman yang sangat pada pemilik semesta. Aku pada sebuah ruangan, duduk kadang menatap jauh pada jendela yang kubiarkan terbuka. Ada segelas hangat kopi bercampur krim yang aromanya menyebar, sebuah buku yang entah mengapa ku baca ulang, dan sesekali jemariku yang bergerak tak beraturan di atas tuts keyboard. kadang cepat seolah berlomba dengan kalimat yang seolah berlari di kepalaku, lalu pelan ketika kata-kata seolah tersendat.

Lama rasanya aku enggan membuka kolom dashboard di rumah virtual fiksiku ini, karena inspirasi yang menguap, rasa segan dan alasan sentimentil yang berbau kenangan yang enggan ku buka ulang. Ruang ini selalu berhasil membawaku berlari ke belakang, sekali waktu memaksaku membongkar laci-laci berlabel masa lalu. Mungkin karena inspirasi dan fiksi selalu hadir bersamaan dengan kisah-kisah yang tlah usang. Atau karena fiksi sendiri adalah cerita yang tak nyata atau tiada. Ku pungut dari serpihan kenangan, ku tulis dari kepingan mimpi.

Aku tersendat lagi,…. terdiam sesaat pada tuts keyboard…

Ruang ini slalu bernama rindu, entah rindu pada siapa atau rindu bermakna apa. Atau hanya rindu yang bermakna hanya kata pada aksara. Tidak bertuan,…

Kopiku hangat, kusesap perlahan… kebiasaan baru yang perlahan mulai mencandu. Selalu nikmat menikmatinya bersama ketikan jemari bersama aromanya yang menyebar. Meski tanpa penghayatan atau perasaan… diamlah disana, jangan pergi. Cukup menemaniku tanpa bicara, tanpa berkata, tanpa merasa, cukup bagiku kali ini. Tidak ingin lebih, cukup di sana… dan cukup bagiku disini. Rasa,…

Selalu ada kedamaian dalam keheningan, cukup rasa di hati saja…

Ketika cinta berkabut sunyi

qt_mutiara-cintaImage By Google

 

Kata-kata mulai sunyi, rentang kian melebar…nyanyian senyap.

Mungkin kita biarkan saja ‘cinta’ terbang melintasi cakrawala,

menyerap embun pada pagi buta.

Menyentuh rintik hujan, dan melebur bersama warna langit yang temaram.

Tanpa suara-suara, tanpa nyanyian

yang biasanya menemani rindu bertemu kita.

 

Bukankah cinta serupa arus gelombang,

yang akan surut ketika musim pasang kembali tenang.

Iya, begitulah…jika gelombang pernah mengayun rasa begitu besar.

Mungkin tiba masa berserah pada takdir yang lebih besar.

(more…)

CINTA

loveImage by Google

Aku pernah membaca dan bahkan menuliskan bahwa cinta bisa bersemi di mana saja, cinta bisa hadir dimana pun. Disebuah kedai kopi, hiruk pikuk sebuah boulevard, koridor sekolah, antrian kereta, dalam bus yang berjalan cepat, dalam pertemanan, dalam sebuah arena, di sebuah taman yang indah atau sebuah selasar rumah sakit.

Iya, cinta bisa menyapa siapapun dengan tanpa permisi. Dengan tanpa melihat bahwa keadaan tidak memungkinkan bagi cinta hadir disana, atau waktu tidak akan berpihak pada cinta yang begitu saja bersemi dengan tanpa permisi. Cinta selalu menemukan cara untuk datang, dan kadangkala membutuhkan banyak alasan untuk berlalu. Tidak perduli itu hanya cinta semusim, cinta sekian musim, atau bahkan cinta yang tak mengenal batasan waktu. Cinta tidak akan pergi tanpa mengubah hati kita, dengan kebijaksanaannya, atau dengan sekian air mata yang menyertainya.

Kemarin aku menemukan cinta dalam wajah yang berbeda, entah cinta macam apa yang kulihat. Tapi cinta selalu menemukan alasan untuk menghadirkan air mata dan degup tertahan di dalam dada. Aku tidak merasakannya, tapi aku turut larut, menyimak dan terhayut pada sekian kisah yang menyertainya. Cinta selalu membawa energi begitu besar, menghadirkan kemungkinan pada setiap keniscayaan, menghadirkan kekuatan diambang batas kelemahan, cinta begitu nyata meski dalam penggalan semu sebuah cerita. Dan cinta kadang menjadi begitu buta dan mengabaikan logika. Tapi itu tetap saja wujud dari cinta.

Cinta mampu menghadirkan kekuatan untuk bertahan, cinta membantumu menemukan banyak alasan untuk berjuang, cinta membantumu untuk terus melangkah, cinta menjadikanmu begitu kuat. Namun kadangkala cinta juga membuatmu menjadi begitu egois, dan kehilangan kendali.

Apapun bentuk dari skenario yang terjadi, jika cinta yang terasa maka merdekakanlah hatimu untuk merasa. Just feel it… rasakan saja, lalu lepaskan, leburkan rasanya jika cinta membuatmu menyakiti dan tersakiti. Bukankah cinta sejatinya menyembuhkan…? bagi yang memberi maupun yang menerima. Cinta bagiku seperti perjalanan batin, setiap dari cinta akan membantu kita belajar dan menemukan makna kehidupan. Kadangkala kita tersesat, hilang kendali, bahkan bertindak bodoh, tapi sejatinya cinta akan kembali membawamu pada arah yang benar. Cinta akan menuntunmu pada ketulusan memaafkan, kerelaan melepaskan dan akhirnya mengikhlaskan.

Bisa jadi kita adalah alasan sebuah cinta, atau bahkan cinta menjadi alasan bagi kita… diksi ini seolah aku begitu memahami makna cinta, tapi sayangnya itu tidak benar. Aku tidak begitu memahami cinta, aku hanya cukup memahami diriku. Bahwa ini bukan soal pemahamanku akan cinta tapi karena aku begitu dicintai… hingga lahir begitu banyak makna dari cinta yang kuterima. Atau karena begitu banyak kisah cinta yang kudengar akhir-akhir ini. Iya bisa jadi,…sekali lagi ini soal CINTA. Yang mengetuk pintu hatimu, hatinya, hati mereka…bahkan hatiku. Who knows …