AKU KARENA MU

Aku seringkali sembunyi,

Berpaling dari terang, sembunyi dalam bayang-bayang

Aku tak suka dicari, bahkan aku tak ingin ditemukan

Tapi bersamamu aku menjadi berbeda,

membuatku suka pada diriku yang ketika bersamamu,

diriku yang merasa berarti.

Denganmu aku mulai suka berlama-lama memandang cahaya

tak apa bahkan ketika sinarnya tampak menyilaukan

Karenamu, gelap atau terang bukan masalah.

Menjadi berarti membuat segala kerumitan menjadi begitu mudah dilewati.

 

  • Puisi yang diambil dari caption foto instagramku beberapa waktu lalu, entah apa moodnya sampai tertulis caption begini

Mercusuar

 

Sejak awal dia tidak tertangkap layarku, seperti anomali yang tahu dia ada tapi tiada.

Proyeksi jatuh cinta yang tidak tiba-tiba, tapi dalam dan nyata.

Serupa mercusuar yang mengarahkanku kemana dia membawa,

Susah mengelak, enggan menolak …

Kini ku susuri arus gelombang dilaut lepas, hingga semilir angin dari segala penjuru…

Mendekap pengharapan, ini takdir Indah yang Tuhan gariskan…

 

  • Secangkir teh hangat di pagi bulan Juni yang penuh harapan

#PuisiIrmaSenja

Sirius

Kamu seperti Sirius di rasi major

Komponen bintang primer kelas A

Bintang paling terang di langit malam

Aku cahaya sore yang nyaris tenggelam di cakrawala

Kita, tak mungkin berjumpa …

 

Bekasi, 29 April 2019

#Puisiirmasenja

 

Ice Salted Caramel

 

What do you want ?

” Just coffee, Ice salted caramel coffee. like my soul … ”

Paduan rasa creamy, sensasi asin yang tipis, kopi yang lembut namun terasa memikat.

Disini, disebuah kedai kopi yang tidak terlalu jauh dari rumah.

Meski kunikmati sendiri, kopi hari ini terasa lebih enak dari sebelumnya.

Mungkin karena sendiri tidak selalu sepi, tidak selalu sunyi.

Ada bagian diri yang semakin menyadari, bahwa aku suka suasana ini.

Sendiri,… akhhhh aku bebas berbincang dengan bagian diri.

Bebas bertemu denganmu, dalam kenang dalam bayang-bayang.

 

Kenapa bukan kopi hitam, itu sebenar-benarnya kopi ??

” Ice salted caramel is sweet like a love ”

Akhhhhh,……

 

  • Ombe Kofie

Summarecon Mall bekasi

22 Maret 2019,

Sembari menunggu yang tercinta … Sean 🙂

Ini pernah jadi beranda kita

 

Ini pernah jadi beranda kita,…

Ketika kopi, tawa, dan cinta masih menjadi udara yang kita hirup bersama

Ketika tatapku hanya menujumu,

menyimpan setiap degup perlahan hingga jauh mengisi palung terdalam bernama hati

 

Iya, beranda kita …

Ketika bisikmu serupa oase di sahara

Kini, hanya menyisakan sepi,

tawa menjadi luka, dan cinta entah menguar kemana

 

Ini pernah jadi beranda kita,

meski aku tak lagi bersamamu,

meramu mimpi bersama secangkir kopi

Kuusaikan perjalanan, karena bertahan terlalu melelahkan

Aku melepasmu,…

membiarkan kenangan dan ingatan

bertubrukan lalu jatuh berderaian

 

Takkan ada lagi beranda kita,

yang tersisa hanya dua bangku kayu tanpa ingatan dan harapan

 

*Sebuah puisi untuk penikmat kopi yang sedang bersahabat dengan sepi