PUDAR

Perlahan kecemerlanganmu, memudar … mulai tak tertangkap mata biasaku

Serupa Neptunus, planet terjauh di tata surya

Terlampau tak masuk akal untuk dipandang

Kini kumulai bisa bernafas lega,

Patah hati ternyata membuatku mudah diajak kompromi

Terlalu melelahkan memeluk kenangan tanpa bertuan

Redalah, reda …

 

#puisiirmasenja

 

Advertisements

” MATAMU “

Setiap melihat matamu, hatiku entah kemana

Mungkin mencari makna mengapa matamu begitu memenjara

Seharusnya aku alihkan pandang,

bukan malah berenang didalamnya,

terlanjurku berkenalan dengan perihnya pengharapan.

 

 

PS. Penghulu bulan Mei yang berisik di kepala, tetap tenang dipermukaan …

#puisiirmasenja #mailav

 

Sirius

Kamu seperti Sirius di rasi major

Komponen bintang primer kelas A

Bintang paling terang di langit malam

Aku cahaya sore yang nyaris tenggelam di cakrawala

Kita, tak mungkin berjumpa …

 

Bekasi, 29 April 2019

#Puisiirmasenja

 

Surat Untuk Tuan

Untuk :  Tuan yang ( masih ) kukasihi,…

Apa kabar ?

Bagaimana rasanya kehilangan,

Sepekat malamkukah ?  sesunyi langit soreku ?

Sejak kita memutuskan memeluk kehilangan satu sama lain.

Atau tak ada bedanya bagimu, tetap arogan dan bahagia.

 

Syukurlah aku menikmati rasa sakitnya, menikmati waktu diam-diam air mata mengalir.

Menikmati sesak tertahan melawan rindu dan kehilangan, bercampur amarah dan luka.

Mungkin aku terlalu cinta, hingga takut bersama hanya akan mengikis rasa.

Kamu terlalu digdaya, mengunci hatiku sekian lama.

Kamu terlalu mempesona, hingga dimataku salahmu tampak tak nyata

Kamu pusaran duniaku, hingga aku nyaris tiada.

 

Tuan,…

kamu guru kehidupanku,

denganmu aku belajar mencintai, mengikhlaskan, jatuh dan terluka

dan akhirnya belajar memaafkan.

baik-baik di sana, tetap keren ya

agar ku tidak menyesal menghabiskan waktu sewindu bersamamu.

 

Dari : Luka di dada kiri

 

Sepotong Senja untuk kekasih

CYMERA_20150601_122530

Dear Love,…

Langit di kotaku sudah terlalu tua, lembayung berarak menuju peraduan sinarnya yang kemerahan seolah menjadi tirai langit yang maha sempurna. Sudah lama aku jatuh cinta pada senja, pada semua pernik langit yang menggambarkan keindahan dan segala kemisteriusan lembayung kala mentari perlahan surut di ujung cakrawala. Sudah lama aku memuja waktu di mana orang-orang berlomba kembali ke rumah-rumah, meramu cerita pada beranda bertemu secangkir hangat teh atau seduhan kopi melepas rasa lelah, jeda. Pada sekumpulan anak-anak berlarian menuju surau, dengan sarung dan kopiah. Ketika kumandang seruan bertemu sang maha memecah cakrawala, melebur langit jingga menyatu bersama malam pada kenangan masa kanak-kanak tentang surau dan suara adzan. Aku sudah jatuh cinta.

Love,…

Sejatuh cinta aku pada senjakah, kisaran rasa cintamu padaku ? bahwa rasa bahagia itu hanya cukup satu alasan, adanya kamu… jika bukan kamu mungkin senja tak lagi berwarna. Atau seperti aku menghitung segala pernik kehidupan, tentang teori dan segala macamnya di antara kehadiran, impian, keinginan, kebencian bahkan kerinduan. Serumit itu perasaan yang perlahan namun nyata, lembut membuai namun cukup perkasa untuk mengobrak-abrik kedamaian hidup seseorang.

(more…)