Sepotong Senja untuk kekasih

CYMERA_20150601_122530

Dear Love,…

Langit di kotaku sudah terlalu tua, lembayung berarak menuju peraduan sinarnya yang kemerahan seolah menjadi tirai langit yang maha sempurna. Sudah lama aku jatuh cinta pada senja, pada semua pernik langit yang menggambarkan keindahan dan segala kemisteriusan lembayung kala mentari perlahan surut di ujung cakrawala. Sudah lama aku memuja waktu di mana orang-orang berlomba kembali ke rumah-rumah, meramu cerita pada beranda bertemu secangkir hangat teh atau seduhan kopi melepas rasa lelah, jeda. Pada sekumpulan anak-anak berlarian menuju surau, dengan sarung dan kopiah. Ketika kumandang seruan bertemu sang maha memecah cakrawala, melebur langit jingga menyatu bersama malam pada kenangan masa kanak-kanak tentang surau dan suara adzan. Aku sudah jatuh cinta.

Love,…

Sejatuh cinta aku pada senjakah, kisaran rasa cintamu padaku ? bahwa rasa bahagia itu hanya cukup satu alasan, adanya kamu… jika bukan kamu mungkin senja tak lagi berwarna. Atau seperti aku menghitung segala pernik kehidupan, tentang teori dan segala macamnya di antara kehadiran, impian, keinginan, kebencian bahkan kerinduan. Serumit itu perasaan yang perlahan namun nyata, lembut membuai namun cukup perkasa untuk mengobrak-abrik kedamaian hidup seseorang.

(more…)

Advertisements

Kangen Kamu itu,…

rindu-menikahCredit

Kangen kamu itu seperti petani yang rindu kemarau usai dan musim penghujan datang. Dahaga…

Kangen kamu itu seperti bernafas dan hilang udara. Menyesakkan…

Kangen kamu itu seperti gelap malam tanpa cahaya. Gulita…

Kangen kamu itu seperti lagu tanpa nada. Sumbang…

Kangen kamu itu seperti ada puisi dalam hati, berdesir dalam dada. Luruh…

Kangen kamu itu seperti bianglala tanpa senja. Hampa…

Kangen kamu itu seperti berjalan dalam hujan. Resah…

Kangen kamu itu seperti menunggu tanpa waktu temu. Lelah…

Kangen kamu itu seperti memintal rasa bersama doa. Asa…

Kangen kamu itu seperti aku tanpamu, tiada…

 

* Dikaki Langit Ramadhan,… Juni 2015 , dari Irma Senja

Diary, aku jatuh cinta pada dokter onkologi

love_doctor

Dear Diary,…

Koridor RS pemerintah ini menjadi begitu kosong, hiruk pikuknya seolah lenyap dalam pandanganku. Sebulan sejak ibu berpulang aku menginjakkan kakiku kembali, disini. Begitu panjang hari-hari beraroma kesakitan jelang kepergiannya, kanker stadium lanjut membuat jiwa raga ibu dan hatiku tersakiti secara bersamaan. Menyakitkan melihat seseorang yang kukasihi berperang diarena peperangannya sendiri sedang aku hanya mampu berteriak ditepi mencoba menguatkan.

Hingga ketika akhirnya dia pergi, aku berbisik pada hatiku sendiri bahwa rasa sakitnya usai…kesakitan jiwamu juga usai. Mungkin aku naif, menjadi pendampingnya selama sakit dan membiarkanku larut begitu jauh pada semua hal yang menyertai perjuangannya. Aku jatuh cinta sepenuh rasaku pada perjuangan ibuku, berbelas kasih pada semua hal yang membuatnya tersenyum dipagi hari jelang operasi dan khemotheraphynya. Menaruh harapan pada suster-suster baik hati yang dengan telaten merawatnya. Dan jatuh cinta tanpa kompromi pada dokter yang entah mengapa serupa dengan pahlawan yang kutemukan pada cerita fiksi.

Visit nya setiap pagi tidak hanya menawarkan kesakitan dan kecemasan ibuku, tapi menghangatkan kelelahan hatiku. Kebaikan yang mungkin biasa, menjadi begitu bermakna ketika hari-hari ku minim harapan dan keyakinan. Cinta mengetuk hatiku diam-diam, tatapan dan senyumannya menjadi obat bagi kelelahanku.

(more…)