Catatan rindu – Tere Liye

Orang-orang yang merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya. Takut sekali berbuat dosa, memilih senyap,… terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik. Boleh jadi doa-doanya menguntai tangga yang indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yang lebih baik…..

–Tere Liye

Image From Google

* Siapa yg tidak tahu keindahan kisah-kisah penulis buku ini, status seorang sahabat di FB mengingatkanku keindahan kalimatnya *

Advertisements

Luka

 

Luka seorang perempuan adalah embun pagi
Yang sunyinya melengking
Menguap tertusuk matahari
Punah
Luka seorang perempuan adalah gerimis siang hari

Yang rintiknya menggigil
Melepaskan debu dari ikatan kemarau
Hilang
Luka seorang perempuan adalah senja
Yang temaramnya menjerit lirih
Menyembunyikan lekas rindunya
Pada jarak
Pada waktu
Dan pada kegelisahan memasuki malam
Gelap
Luka seorang perempuan adalah rembulan
Yang purnamanya gelisah
Meredup
Menyembunyikan wajah pada awan
Merintih lirih
Senyap
Karena sepi memanggil
Karena rindu menderu
Dan karena cinta melanda.

By: Anonim

Image From Google

* Aku tahu kau ada,…. *

Aku tahu kau ada,….
pada garis batas siang dan malam,
di tetes embun meski di pagi yang beku.
pada gugur daun yang diterbangkan anginmu, kau ada…

pada kelopak mataku,
pada irama ranting meski koyak dan meranggas,
pun nyanyian sendu seorang perawan yang kehilangan.
Aku tahu kau ada,….
kau yang menjadi angin barat,selatan,utara,dan timurku.
Mengantarkanku pada pintu kedewasaan dan keikhlasan,
Mungkin lembah itu gelap dan pekat,
aku tak kan merasa takut,tak kusesali jika ada yg meruntuhkan.
Karena rumah abadi hanya ada di langit,
yang jendelanya kabut pagi,
pintunya nyanyian malam dan kesunyian menjadi tirainya.
Kau tak lagi memandang cakrawala dan langit senja,
tapi aku tahu kau ada…..
Image From Google

Serpihan rasa

 

Barangkali,…andaikata aku bisa menyusut menjadi partikel terkecil, mungkin kau tidak akan menemukan aku. Menjadi serpihan hingga mampu diterbangkan angin…. mungkin sukar kau mengenali aku. Bukankah rindu dan rasa yang menyertainya tlah luruh menjadi abu ?

” menurutmu dia akan tetap mengenaliku ? ”  bisikku pada langit

 

Image From Google

*unforgettable*

Seseorang pernah mengatakan padaku,

bahwa kehidupan itu sepert sebuah puzzle.

Dan kita membutuhkan orang lain,

untuk menyempurnakan susunan puzzle kita

menjadi kesatuan yang utuh.

Dan kau melengkapi kepingan puzzle hidupku,….