Senja yang tak lagi sama…

Nabi CiNtaCredit

Sebuah puisi menuliskan ” kau hidup dalam kenangan ” mungkin itu benar, seperti kenangan yang kadang menyapa kita kembali saat ada yang mengingatkan. Maka kembalilah aku pada sekian waktu berlalu di mana kisah demi kisah terjadi, membentuk kepingan puzzle yang berlabel kita.

Mungkin kini ingatanku tentangmu hanya serupa bayangan diam, hening tanpa visualisasi gerak dan suara… mungkin terlalu takut ku hadirkan sosok mu dalam bentuk yang sempurna. Karena tidak pernah tidak kehadiranmu selalu mengobrak-abrik sekian perasaan meski yang sudah tersusun rapih dalam box masa lalu. Hingga mengaduk abdomenku untuk berkontraksi, karena begitu kuatnya kamu mempengaruhi pondasi rasaku. Ingatan tentangmu adalah kekonyolan yang satu hingga ketidak mungkinan dan akhirnya sebuah kedewasaan. Ketika kebekuanku mencapai titik klimaks dan menyerah pada sesuatu yang tidak kasat mata, tak tersentuh dan tak terlihat tapi begitu kuat mengikat.

Andai saja tak ada langit senja, mungkin kenangan tentang kita takkan lagi kubiarkan menyapa dan mengetuk pintuku untuk singgah kembali. Tapi disini,… menepikan mobil yang kuparkir seenaknya, terpaku pada langit berwarna tembaga, membawaku pada sesaat waktu ketika semua gravitasi seolah terhenti, semua realita menguap, dan hanya menyisakan … kita.

Mungkin karena senja itu, ketika kita memandangnya dengan pandangan yang sama… saat aku rebah pada teduh matamu, pada santun katamu, pada teguh sikapmu, dan kearifanmu memandang kehidupan yang tampak begitu membingungkan bagiku. Ketika aku lemah dan kamu menguatkan, ketika aku lari kamu mengembalikan pada di mana aku seharusnya.

Hidup adalah barisan cerita, barisan kisah dan tokoh…. kisah-kisah yang akan menghidupkan jiwa dan diri kita. Pada pemahaman-pemahaman baru tentang menjalani, dan menghargai bahkan melupakan. Cinta selalu menjadi warna dan alasan sejak semula kita dihadirkan didunia ini, cinta selalu datang dan pergi. Jika ada cinta yang begitu indah hadir dengan tanpa alasan, membawaku pada pemahaman tak hanya sekedar merasa dicintai tapi juga mencintai… itu adalah ketika sesaat aku dan kamu menjadi kita.

Saat ini bukan senja itu dimana kita memandangnya dalam pandangan yang sama,… langkahmu sudah jauh ke barat, dan aku teguh menuju timur. Meski langit yang kupandang adalah cakrawala yang sama yang perlahan surut pada 16 derajat, masih senja meski tanpa bayanganmu disampingku. Aku hanya ingin mengingatmu dalam kenangan yang sempurna, bukan dalam kegalauan dan rintik air mata … aku ingin mengingatmu dalam teduh senja dan keanggunannya. Pada Kemaha kuasaNya menciptakan langit dengan lembayungnya yang berwarna jingga seindah ini.

Semoga hidupmu senantiasa mudah, semoga dilangit mana pun kamu memandang…pandanganmu tentang hidup dan kehidupan selalu sempurna.

* Tidak pernah sebentar….

 

Advertisements

Hati yang tak bisa di tinggali

Pada perjalanan itu kamu membawaku pada pemahaman tentang rasa yang sampai detik ini kucari jawabannya.

Kau membawaku pada kesempurnaan hati yang mencintai, hati yang tidak pernah mencintai seperti caramu mencintaiku, caramu menemukanku. Dan caraku mengasihimu.

Padamu aku belajar diam-diam menghapus air mata, karena bersamamu adalah keriangan yang tanpa suara. Kerinduan yang tak terobati, dan jemari yang tak saling menggenggam.

Didirimu terkadang kutemukan kegelisahan yang sarat, dimatamu kutemukan kesunyian yang sangat. Menyatu pada kesenyapan, tetap saja aku dan kamu tak pernah mampu untuk beranjak.

Di ingatanku kamu adalah cinta yang hangat. Karena hatimu yang membuatku ingin tinggal disana meski tanpa benderang cahaya terang. Dan dihatiku,…kamu adalah sekumpulan doa-doa yang diam-diam kubisikan.

Bersamamu adalah menemukan keping waktu beraroma biru. Meski pada segalamu tak pernah ada segala untukku. Dan diduniaku nyaris tak pernah mengarah padamu.

Entah kapan rasa menjadi tawar, dan kenangan menemukan ruang untuk hilang tak terlacak.  Bukankah ini sudah terlalu lama, ratusan kali almanak berganti.

Padamu yang tinggal diam-diam dalam garba, bukankah ada hati yang tak bisa ditinggali ? hatimu dan hatiku….

 

* Dikaki langit Madinah

Love Silent

Tak perlu bicara atau mengeluarkan suara, karena bisa jadi bibirku akan gemetar dan suaraku menjadi parau dan tak enak di dengar.

Cukup rasakan debaran hatiku, selami kedalamannya dengan hatimu. Ada bayanganmu yang kusimpan diantara detak jantungku… ada namamu yang kugoreskan di altar hatiku, namamu…hanya namamu dan sebentuk cinta yang kau titipkan bersama keindahan langit senja  16 derajat  di cakrawala.

Cukup itu,….

love

Image From Google

Hanya,…

 

go

Image From Google

Ada suatu saat dimana kita harus mengerti bahwa ada orang-orang yang hanya bisa berada di kedalaman hati kita, tanpa bisa menjadi bagian hidup kita

* Irma Senja *

Secuil tentang Cinta

Cinta tak melulu beraroma kebahagiaan dengan ending suka cita, seringkali cinta justru membawa hati pada perjalanan-perjalanan penuh air mata….

Cinta selalu memiliki banyak wajah, mungkin itu sebabnya hingga zaman semakin menua cinta selalu menjadi topik yg tak usai diperbincangkan.

Apapun bentuk cinta,…cinta tidak akan pergi tanpa mengubah hati kita yg paling dalam…

Cinta,…meski kadang membekukan perasaan, dalam ingatan cinta akan tetap hidup seabadi kenangan.
~ IrmaSenja ~