Mercusuar

 

Sejak awal dia tidak tertangkap layarku, seperti anomali yang tahu dia ada tapi tiada.

Proyeksi jatuh cinta yang tidak tiba-tiba, tapi dalam dan nyata.

Serupa mercusuar yang mengarahkanku kemana dia membawa,

Susah mengelak, enggan menolak …

Kini ku susuri arus gelombang dilaut lepas, hingga semilir angin dari segala penjuru…

Mendekap pengharapan, ini takdir Indah yang Tuhan gariskan…

 

  • Secangkir teh hangat di pagi bulan Juni yang penuh harapan

#PuisiIrmaSenja

Advertisements

Tidak ada alasan berhenti bersyukur

Di sebuah taman kota ketika langit  terang dan awan putih melayang selembut kapas. Barisan bangku taman yang berbentuk melingkar. Pepohonan yang merimbun, air mancur , dengan penjual balon, makanan ringan, hingga lalu lalang pejalan kaki.

Yang bergegas atau berjalan lambat menikmati udara dan pemandangan sekitar. Aku diantara rimbun pohon bunga flamboyan yang kuncupnya baru saja bermekaran. Di sebuah bangku tak jauh tempatku menikmati keindahan hari ini, aku menyimak dan memandang.

” bagaimana kabar dokter Anthony… ? minggu lalu saat menghubunginya, susternya bilang beliau sedang seminar di luar ”  wanita usia 30 tahunan berparas manis itu bertanya sembari membuka bekal sarapan paginya.

” sudah kembali, kemarin kami baru saja dating di ruangannya. nih… ” wanita berselendang jingga itu menunjukan bekas tusukan jarum yang meninggalkan bekas lebam disepanjang lengannya.

” syukurlah, obat-obatanku habis, ada nyeri di pinggul dan tumitku. TBC tulang ini gak asik banget buat wanita sibuk sepertiku…”

Meski kalimatnya seperti keluhan keduanya justru berwajah secerah pagi hari, bahkan akhirnya tergelak berdua.

” gak akan ada yang menyangka, kalau tulang dipinggulmu itu sudah dipotong sebagian untuk menambal punggung yang bengkok mu. Rusuk kirimu juga gak ada dua, kamu punya resleting panjang di sepanjang punggung, dan beberapa bagian lainnya. Pernah lumpuh dan beberapa kali operasi hingga membuatmu seperti frankeinstein di dalam tapi masih petakilan diluar. jangan harap kamu bisa pake highheels atau kebut-kebutan nyetir mobil di jalan tol seperti aku ” selendang jingganya ikut berkibar saat bibirnya tergelak menggoda temannya.

” hahaaa,….dasar menyebalkan ! kamu fikir aku gak tahu…dengan tatto panjang di abdomenmu, ususmu yang lebih pendek 40 cm dari manusia lain pada umumnya, 3 kali operasi , 10 kali chemotheraphy intravena, 3 bulan chemotheraphy oral, 9 kali kolonoskopi dengan jadwal lanjutan, kalau artis sibuk dengan jadwal syuting kamu sibuk ngatur jadwal check up dan kini imunisasi ulang seperti bayi yang baru dilahirkan…hahahaa, nasibmu gak kalah romantis karena selalu punya jadwal kencan dengan RS dan dokter  ” wanita tomboy dengan senyumnya yang menawan itu balik menggoda temannya yang ikut kembali tergelak.

” kamu tahu, kebanyakan penyintas itu pintar menggunakan topeng… mereka pandai menutupi wajah aslinya dengan topi, selendang, wig, make up, senyuman, semangat juga harapan. kamu pilih yang mana De.. kalau aku pilih menutupinya dengan harapan dan, cissss….senyuumm ” si selendang jingga tersenyum menggoda sembari bergaya seolah sedang di foto didepan kamera.

Temannya tergelak,…. dengan penuh keyakinan dia menjawab  ” aku pilih semangat… ”  Lalu mereka tertawa, roti gandum dan juice buah juga dua buku komik jepang anak-anak menemani mereka sejenak menikmati pagi.

Aku jadi ingin tersenyum sepanjang pagi ini, langit menjadi semakin cerah dalam pandanganku. Jika hidup masih begitu indah bagi dua wanita ini, tidak ada alasan bagiku tidak bersyukur dapat terbang dan mengepakkan sayap membelah angkasa. Kutinggalkan nyanyian termerduku untuk dua orang wanita di sebuah bangku taman, lalu terbang…..

” hey,…. lihat De, ada burung gereja yang diam-diam menguping pembicaraan kita  ”

Sekilas aku dengar kalimat terakhirnya sembari menunjuk ke arahku diangkasa…….

bangkutaman

Image From Google

Aku pasien kanker

Aku pasien kanker,

seorang ibu, istri, anak, dan teman.

aku memiliki cita-cita dan masa lalu yang penuh kenangan

Kadang aku bimbang siapa yang akan menjaga anak-anakku setelah aku tiada,

tapi terkadang aku yakin akan hidup lebih lama.

 

Aku pasien kanker,

seorang penyintas, sebuah inspirasi dan pendukung.

Aku telah menjalani penanganan dan perawatan medis

dan merasa telanjang di depan orang yang tak kukenal yang mengenggam masa depanku.

Ada saat aku merasa bingung dan saat aku mengerti sepenuhnya,

malam-malam saat tidurku resah dan hari-hari penuh kesangsian dan amarah.

 

Aku pasien kanker,

yang terlatih menyamarkan tanda penyakit dengan riasan dan senyuman,

tetapi jangan terkecoh, sebenarnya aku takut.

 

Aku pasien kanker,

ditatap dengan pandangan pilu, kagum, dan salah paham oleh mereka yang tidak mengetahui perjuanganku.

Aku menikmati saat-saat penuh kedamaian ditengah ketidakpastian

karena aku menyadari betapa berharganya hidup ini.

 

Aku pasien kanker,

yang hadir menghadapi tantangan.

Aku bersyukur menerima efek samping yang membantuku menjadi seorang ibu, istri, anak, teman, dan sahabat yang lebih baik dari sebelumnya.

Dan aku bahagia menjalani kehidupan yang indah….

 

# By.  Seorang penyintas

Inspirasi kisah-kisah para penyintas

Image From Google

What Cancer cannot do

# Untuk Pejuang kehidupan, untuk para penyintas dan spirit untuk diri sendiri.

” don’t give up,… Let’s survive and fight, we’re survivor indeed ! “

Siapa bilang kanker begitu kuat dan hebat ? percayalah, kanker juga terbatas….

Kanker tidak bisa melumpuhkan cinta,
tidak dapat menghancurkan harapan,
tidak dapat mengikis iman,
tidak bisa menghancurkan kedamaian,
tidak bisa merusak kepercayaan,
tidak dapat membunuh persahabatan,
tidak dapat menekan kenangan,
tidak bisa membungkam keberanian,
tidak bisa menyerang jiwa,
tidak bisa mencuri kehidupan yang kekal,
tidak bisa menaklukan semangat.
Jadi,… tidak ada alasan menyerah pada kanker !!

Ada kehidupan yang pantas diperjuangkan, ada sinar harapan di mata mereka yang mengasihimu, ada senyum dan tawa riang yang akan terkembang.
Menunggu aku, kamu, dan kalian berkata ” We’re survivor indeed “

Image From Google