Dear Hati

 

Dear Hati,…

Tegarlah, jangan biarkan air mata mengurungmu

mengikis kekuatanmu. Biarkan saja,…

Cukup bertahan, carilah ketenangan dan kelegaan bersama Penciptamu,

temukan tawa riang bersama dua pelita hatimu.

Jangan berkeluh, simpan semua rasa

Jangan lemahkan hati

Anggap ini hukuman karena tidak meyakini kesejatian cinta

Biarkan kesedihan hanya hidup dalam palung hatimu yang terdalam

Kamu sudah cukup jauh berjalan,

mungkin tidak lama lagi akan sampai pada ujungnya.

Bersabarlah sedikit lagi…

Dear Hati,….

Jangan tamak menginginkan semua kebahagiaan dunia kau rengkuh.

Tidak ada kesempurnaan dalam fananya dunia.

Cukup pahami, jalani dan kuatkan hati.

 

~ Ketika April terlalu lama ~

 

Advertisements

Sepotong Senja untuk kekasih

CYMERA_20150601_122530

Dear Love,…

Langit di kotaku sudah terlalu tua, lembayung berarak menuju peraduan sinarnya yang kemerahan seolah menjadi tirai langit yang maha sempurna. Sudah lama aku jatuh cinta pada senja, pada semua pernik langit yang menggambarkan keindahan dan segala kemisteriusan lembayung kala mentari perlahan surut di ujung cakrawala. Sudah lama aku memuja waktu di mana orang-orang berlomba kembali ke rumah-rumah, meramu cerita pada beranda bertemu secangkir hangat teh atau seduhan kopi melepas rasa lelah, jeda. Pada sekumpulan anak-anak berlarian menuju surau, dengan sarung dan kopiah. Ketika kumandang seruan bertemu sang maha memecah cakrawala, melebur langit jingga menyatu bersama malam pada kenangan masa kanak-kanak tentang surau dan suara adzan. Aku sudah jatuh cinta.

Love,…

Sejatuh cinta aku pada senjakah, kisaran rasa cintamu padaku ? bahwa rasa bahagia itu hanya cukup satu alasan, adanya kamu… jika bukan kamu mungkin senja tak lagi berwarna. Atau seperti aku menghitung segala pernik kehidupan, tentang teori dan segala macamnya di antara kehadiran, impian, keinginan, kebencian bahkan kerinduan. Serumit itu perasaan yang perlahan namun nyata, lembut membuai namun cukup perkasa untuk mengobrak-abrik kedamaian hidup seseorang.

(more…)

Yang tercuri

diamImage from Google

Tidak ada yang berubah, udara masih menerbangkan pengharapan yang sama tentang kehidupan. Laju derap waktu secepat yang biasanya, berkejaran dengan arogansi manusia. Irama hari masih sama, mungkin menyesak di penghujung hari ketika bertemu senja yang sendu. Atau hujan yang bisu…

Namun esoknya matahari masih setia menjemput pagi,… bunga-bunga masih seindah biasanya.

Hanya tawaku yang hilang dicuri kehilangan.

 

Jarak

hilang

Aku tidak suka jarak, khususnya jika itu menjauhkanmu dariku. Sayangnya mungkin setelah

hari ini jarak akan memeluk kita. Bukan soal berapa kilo meter  yang terbentang,

tapi lebih jauh dari batasan hitungan angka.

Entah dimana rasa yang menyatukan kita saat ini,

hilang terbawa arogansi atau luruh tertimbun amarah dan cemburu.

Mungkin ini akhir dari ikatan benang merah kita…?!

 

 

Remember Me

rememberme senjaDok. Pribadi

Jantungku berdetak keras, sebuah postcard tergeletak diatas meja kuterima siang tadi. ” Teruntuk Aisa ” namaku tertulis dengan tulisan tangan yang masih kukenal. Butuh keberanian untuk meraih postcard itu, aku mematung sekian lama, sibuk menahan debaran, sibuk menahan gelombang perasaan.

” Akan kukirimkan postcard dimana pun aku berada, untukmu … Supaya kau bisa melihat apa yang aku lihat, supaya kau merasa apa yang aku rasa ”

Aku mencoba memejamkan mata, sebuah suara masih begitu nyata dalam pikiran dan perasaanku. Postcard terakhir aku terima 3 tahun lalu, setiap bulan aku menunggu ketika jarak pengiriman semakin melebar dan akhirnya berhenti sama sekali. Saat itu aku tahu, aku sudah kehilangan cinta terbesar yang aku rasakan.

Perlahan aku raih postcard yang tergeletak sejak tadi, jika sebelumnya dia  mengirimkan postcard beraneka keindahan kota atau kepulauan yang dia kunjungi kali ini hanya sebuah kartu post bertuliskan dua kata singkat.  ” Remember me.. ”

Ada gerimis dimataku…