Coffee Story

 

 

Entah sejak kapan jatuh cinta pada secangkir kopi, Mungkin bukan kopi sekuat americano atau espresso. Tapi mencandu latte atau capuchino dan meminumnya sebahagia melihat langit senja, tanpa khawatir lambung bergolak seperti sebelumnya, jelas bahwa aku sudah jatuh cinta. Dulu aku terheran-heran ketika melihat sahabatku ย mencandu kopi sebegitunya, sekarang aku tahu rasanya menikmati aroma lalu menghirupnya dengan bahagia.

Aku lupa sejak kapan bermula. Dulu mencoba sesekali, ketika bosan bertemu aneka jus segar atau green tea. Itu pun setelahnya lambung bergolak, menolak. Sekarang justru jatuh cinta pada aromanya yang mengikat, pada pandangan pertama ketika disajikan. Aku tahu ini tentang terbiasa, lambung yang sebelumnya komplain lalu menerima dan akhirnya terkait erat. Susah lupa pada rasanya yang sudah terbiasa.

Mungkin begitulah rumusnya, biarkan belajar… atau paksakan, lalu akhirnya bisa karena terbiasa. Rumus yang kurang lebih sama, pada semua hal bagian hidup ini. Belajar menerima hal-hal yang tidak melulu sesuai dengen harapan dan keinginan. Pada titik tertentu, kita akan menerima apa yang dihadirkan dalam lingkar hidup kita.

Tahun 2020 terasa berat melangkah untuk semua orang, bahkan seluruh dunia aku yakin sama tertatih… sama belajar menahan diri, belajar menerima segala ketidak nyamanan, keterbatasan. Berfokus pada kesusahan hanya akan semakin berat melangkah, aku belajar mengabaikan hal-hal yang sulit, hal-hal tidak enak. Dan fokus pada semua berkat yang Allah berikan. Percaya atau tidak, itu meringankan… allhamdulillah.

Dimasa pandemic ketika kita lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, membuat aku punya banyak waktu untuk berfikir dan memilah tiap rasa yang melintas. Tiap pikir yang hilir mudik dikepala. Semakin banyak merenung, semakin banyak mendengar suara hati… semoga kedepannya semakin yakin pada semua langkah yang diambil. Bukankah hidup hanya sekali, jalani hidup sesuai yang diinginkan…maka hidup sekali saja sudah cukup. Semakin berjalannya usia, lingkar kehidupan semakin mengecil. Mungkin karena perkara kompromi bukan keahlianku.

Semoga harapan tentang esok hari yang lebih baik dan lebih indah, terus menjadi kekuatan kita melangkah ya mantemans ๐Ÿ™‚ Yakin saja,…setelah hujan badai, biasanya akan hadir pelangi yang Indah.

Jangan kehilangan harapan, jangan lupa bahagia, jangan bosan belajar terus menjadi lebih baik ๐Ÿ™‚

 

  • Bekasi, 10 Juni 2020

Sembari menikmati Latte, merevisi draft tulisan pekerjaan, menunggu kantuk. Terdampar di draft yang belum usai, kuusaikan karena ketika memulai idealnya selesaikan sampai akhir ๐Ÿ˜‰

 

 

 

Tentang Puisi

IMG_20181013_200251_453

Beberapa hari lalu ada percakapan lumayan panjang di chat, dengan seorang sahabat lama. Banyak hal baik yang bisa saya serap selain imajinya yang indah tentang tulisan-tulisan fiksi seperti puisi dan diksi. Hanya obrolan ringan memang, tentang kabar dan kesehatan. Tidak terlalu sering terkoneksi tapi rupanya dia lumayan menyimak perihal kesehatan dan kabar saya.

Salah satu topik obrolan kami tentang betapa sekarang sulit sekali menemukan tulisan bertema puisi atau kontemplasi di rumah virtual ini.

Dia bilang ” Rindu puisimu, kenapa tidak pernah menulis puisi lagi ? ”

(more…)

Ice Salted Caramel

 

What do you want ?

” Just coffee, Ice salted caramel coffee. like my soul … ”

Paduan rasa creamy, sensasi asin yang tipis, kopi yang lembut namun terasa memikat.

Disini, disebuah kedai kopi yang tidak terlalu jauh dari rumah.

Meski kunikmati sendiri, kopi hari ini terasa lebih enak dari sebelumnya.

Mungkin karena sendiri tidak selalu sepi, tidak selalu sunyi.

Ada bagian diri yang semakin menyadari, bahwa aku suka suasana ini.

Sendiri,… akhhhh aku bebas berbincang dengan bagian diri.

Bebas bertemu denganmu, dalam kenang dalam bayang-bayang.

 

Kenapa bukan kopi hitam, itu sebenar-benarnya kopi ??

” Ice salted caramel is sweet like a love ”

Akhhhhh,……

 

  • Ombe Kofie

Summarecon Mall bekasi

22 Maret 2019,

Sembari menunggu yang tercinta … Sean ๐Ÿ™‚

Catatan pagi dan kenangan

” Seru banget tadi, dan seperti yang sudah-sudah kamu selalu menjadi berbeda bila diantara mereka dibanding jika kita hanya berdua saja. Dengan teman lain gila, seru dan ngocolmu keluar… ”

” Hahahaa…gak tahu juga ya, tapi aku juga merasakan itu. Kamu yang mengademkan aku, bersama kamu bikin aku lebih kalem dan tenang, gak bisa lah aku seheboh itu kalau bersama kamu ”

” Dan kamu membawa keriuhan itu diantara ke’ademan’ku, its fun… ”

Percakapan sore hari diantara hiruk pikuk kemacetan kota Jakarta, aku dan sahabatku. Benar yang pernah kamu bilang, kita berdua sangat berbeda. Kamu pernah menganalogikan kita seperti bunga matahari dan bunga teratai, seperti singa dan kupu-kupu. Dan kita seringkali terheran-heran, dua pribadi yang berbeda bisa menyamakan frekuensi dalam pertemanan yang hampir 4 tahun. Kupikir alasannya karena kita saling menghargai setiap perbedaan dan mencoba selalu memahami satu sama lain.

Wanita adalah mahluk yang sensitif, diantara pertemanan kita beberapa kali kita berada dalam konflik. Aku yang terbiasa diam dan menahan, dan kamu yang mengajarkan bagaimana mengkomunikasikan ketidaknyamanan dengan baik.ย  Aku yakin kita saling belajar dalam banyak hal, khususnya aku mungkin lebih banyak belajar padamu.

” Selamat Ulang tahun Sahabat,… semua doa terbaik untukmu ”

mirab'dayFoto aneh, siapa yang ultah….siapa yang dapet kiss :)))

Moment seperti ini mengingatkan aku tentang persahabatan lain. Mungkin jarak, waktu dan keadaan membuat persahabatan itu terentang begitu saja.

Tapi hari ini saat bersama sahabatku, aku mengingat kalian… mengingat betapa kalian dulu adalah sahabat terbaikku. Mengingat hari-hari kita dulu… mengingat perjalanan panjang masa remaja hingga jelang dewasa dan dewasa bersama kalian. Begitu banyak cerita, begitu banyak waktu kita habiskan bersama.

Mengingat jatuh bangun pertemanan kita, terima kasih sudah memahami ku selama itu. Maaf untuk semua khilaf,… kita masih terkoneksi tapi keengganan saling berkomunikasi selama ini aku harap karena kesibukan dan semua prioritas yang kita miliki sebagai seorang ibu, istri dan individu. Semoga kalian baik-baik saja, terima kasih untuk persahabatan belasan tahun kita dulu ๐Ÿ™‚

I miss u, all…

sahabat1

sahabat2sahabat3Dok. Pribadi

#Sahabat

Tidak bisa kita pungkiri bahwa kita membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupan kita. Salah satunya yang memberi warna kehidupan kita adalah seorang teman baik atau #sahabat. Beberapa minggu lalu perasaanku tidak nyaman karena hubungan pertemanan yang kadang memang tidak selalu mudah, tapi kemarin aku meyakini satu hal. Saat kita merasa ada seseorang yang slalu ada saat kita terluka, dan ikut tertawa saat kita bahagia. Begitu juga sebaliknya,aku tahu bahwa aku masih memiliki keyakinan tentang sebuah persahabatan.

* Dan tweet-tweet ku semalam adalah catatan bahwa #Sahabat itu ada

#Sahabat adalah diri kita dalam wujud orang lain.

Tidak harus ada saat dia bahagia, tapi pastikan kita ada saat dia terluka #Sahabat

Jika tidak bisa memberi solusi, cukup dengarkan , tidak hanya dengan telingamu tapi juga dengan hatimu #Sahabat

Gak selalu sepaham, tapi coba pahamilah #Sahabat

Kadang #Sahabat tak selalu seirama, tapi sejatinya selalu mencoba menyamakan nada

Meski berbeda tapi #Sahabat itu adalah warna yang akan mengindahkan kehidupanmu

Jika air matanya adalah kesedihanmu, dan tawanya adalah kebahagiaanmu maka kalian adalah #Sahabat

Jika sudah menemukan seseorang yang bisa menangis dan tertawa bersamamu, maka kita sudah menemukan mutiara #Sahabat

Kadangkala hanya untuk tidak menyakitinya kita berdusta, tapi kejujuran akan sangat dia hargai #Sahabat

Kadang tanpa kamu sadari kamu membuatnya marah, dan dia membuatmu kesal. Tapi seorang #Sahabat akan saling memaafkan

Berhentilah menjadi hakim bagi #Sahabatmu, tapi duduk disampingnya dan dengarkan isi hatinya

Terkadang bernada sumbang, tapi #Sahabat akan tetap menjadi irama istimewa dihatimu

Teman selalu datang dan pergi tapi #Sahabat selalu dekat dihati

Tweet by @IrMairMasenja