AKU KARENA MU

Aku seringkali sembunyi,

Berpaling dari terang, sembunyi dalam bayang-bayang

Aku tak suka dicari, bahkan aku tak ingin ditemukan

Tapi bersamamu aku menjadi berbeda,

membuatku suka pada diriku yang ketika bersamamu,

diriku yang merasa berarti.

Denganmu aku mulai suka berlama-lama memandang cahaya

tak apa bahkan ketika sinarnya tampak menyilaukan

Karenamu, gelap atau terang bukan masalah.

Menjadi berarti membuat segala kerumitan menjadi begitu mudah dilewati.

 

  • Puisi yang diambil dari caption foto instagramku beberapa waktu lalu, entah apa moodnya sampai tertulis caption begini

Tentang Puisi

IMG_20181013_200251_453

Beberapa hari lalu ada percakapan lumayan panjang di chat, dengan seorang sahabat lama. Banyak hal baik yang bisa saya serap selain imajinya yang indah tentang tulisan-tulisan fiksi seperti puisi dan diksi. Hanya obrolan ringan memang, tentang kabar dan kesehatan. Tidak terlalu sering terkoneksi tapi rupanya dia lumayan menyimak perihal kesehatan dan kabar saya.

Salah satu topik obrolan kami tentang betapa sekarang sulit sekali menemukan tulisan bertema puisi atau kontemplasi di rumah virtual ini.

Dia bilang ” Rindu puisimu, kenapa tidak pernah menulis puisi lagi ? ”

(more…)

Serumit itu

IMG_20190823_095644_960

Jika bicara luka, jangan ditanya … bicara kecewa, amarah bahkan air mata ? panjang cerita. Jika bicara tawa, mimpi, rindu, jejak, ribuan kenangan berpendar dari awal hingga kini. Sekian diskusi panjang kita, lengkapnya aku dan legamu bersamaku. Membuat kita lupa, pada kerumitan itu…

Padamu, Aku jatuh cinta pada misteri … teka-teki pada dimana kita bermuara. Bertemu hulu atau jadi abu…

Tuan,… waktu belum berpihak, menyatukan…bahkan memisahkan.

 

  • 22 Augustus 2019 – kotak domino
  • soulpoems, diksi, mypoetry

Mercusuar

 

Sejak awal dia tidak tertangkap layarku, seperti anomali yang tahu dia ada tapi tiada.

Proyeksi jatuh cinta yang tidak tiba-tiba, tapi dalam dan nyata.

Serupa mercusuar yang mengarahkanku kemana dia membawa,

Susah mengelak, enggan menolak …

Kini ku susuri arus gelombang dilaut lepas, hingga semilir angin dari segala penjuru…

Mendekap pengharapan, ini takdir Indah yang Tuhan gariskan…

 

  • Secangkir teh hangat di pagi bulan Juni yang penuh harapan

#PuisiIrmaSenja

PUDAR

Perlahan kecemerlanganmu, memudar … mulai tak tertangkap mata biasaku

Serupa Neptunus, planet terjauh di tata surya

Terlampau tak masuk akal untuk dipandang

Kini kumulai bisa bernafas lega,

Patah hati ternyata membuatku mudah diajak kompromi

Terlalu melelahkan memeluk kenangan tanpa bertuan

Redalah, reda …

 

#puisiirmasenja