Kontemplasi Senja

Semakin hari semakin sepi ( bukan kesepian ) …

Semakin bertambah usia, rasanya energi terasa berbeda. Semakin sering membutuhkan jeda yang lebih panjang untuk

menimbang baik buruk atau apa saja yang terlewati dan terasa.

Semakin sering menghabiskan waktu sendiri, semakin sering mendengarkan suara hati yang terasa semakin cerewet belakangan ini.

Hati yang semakin sering komplain ketika sesuatu yang tidak pas terjadi, semakin sering mengingatkan ketika yang kita pikirkan atau lakukan tidak selaras dengan nurani yang terdalam. Inikah mendewasa ? terasa semakin rumit, langkah semakin lambat karena lebih banyak menelaah sebelum melangkah ?

Inikah mendewasa ? ketika keinginan menjadi tidak terlalu banyak, ketika barang bawaan menjadi lebih ringan, Karena mulai memahami sejauh apapun perjalanan, sebanyak apapun barang bawaan kita. Kita akan pulang dalam kesunyian, tanpa bawaan selain seberapa banyak kebaikan yang kita tanam. Selain seberapa banyak waktu yang kita habiskan untukNYA, dibanding bersibuk dengan dunia.

Setiap yang terlewati menjadi hikmah, menjadi teguran dan refleksi diri bahwa tidak sesuatu hal yang terjadi tanpa ijinNYA. Tidak ada yang terjadi tanpa memberikan pelajaran dan pemahaman.

Percayalah, memelankan ritme membuat semua terasa lebih nyata terdengar dan terasa.

Inikah mendewasa, ketika semakin tidak perduli pada anggapan orang terhadap kita. Semakin tuli pada cibiran, karena sesungguhnya tidak ada guna membalas atau berlelah hati karenanya.

Semakin memahami bahwa semua hal hanyalah titipan, yang kelak akan diambil oleh pemiliknya. Kini tentang menyiapkan diri, ketika kelak segala titipan itu diambil… sanggupkah kita untuk ikhlas ? sanggupkah kita tetap bersyukur untuk semua kesedihan ketika DIA memberikan kita ujian, cobaan atau musibah ?

Dan ketika kita harus meninggalkan segala,…sudah cukupkah bekal bawaan kita ? sudah cukupkah untuk menjadi bekal kita menjalani keabadiaan. Sudah cukupkah untuk menjadikan kita layak dipandang olehNYA ?

Trus nangis inget semua dosa…. malu karena tidak memiliki amal yang banyak, trus takut menghadapi hari penghakiman yang pasti datangnya. Karena sesungguhnya, aku yang lemah dan berdosa pun ingin bersama mereka yang terpilih. Yang ENGKAU jadikan penghuni taman-taman surgaMU… ya Alloh.

 

#KontemplasiSenja

Me, difotoin @Adiladety

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: