Perkara Ingatan

Dengan adanya media sosial yang seolah mendikte pengalaman mana yang berarti dalam hidup. Dan berpotensi memusnahkan pengalaman yang dianggap kurang layak untuk dibagikan. Secara bersamaan memperkuat ingatan yang dipilih sebagai ingatan yang paling berarti. Berpotensi juga membuat kenangan lebih bermakna dibanding sebenarnya.

Jadi dimana ingatan yang sesungguhnya bermakna itu ??

Saat ini, ingatan yang sesungguhnya bermakna namun terasa kurang layak dibagikan justru tersimpan. Dan biasanya akan hilang karena kurang dimaknai.

Perkara ingatan ini terasa mahal saat ini, yang kita posting hanya yang kita pikir layak menjadi konsumsi publik. Yang kita pikir mendatangkan like sebanyak mungkin. Pada akhirnya membiaskan dan mengaburkan makna dan arti yang sesungguhnya. Dari ingatan yang sesungguhnya berarti…

Lalu apakah yang bermakna, yang kita simpan rapat tetap kekal lama tersimpan dalam ingatan ? mari kita buktikan.

Apakah kamu masih bermakna, meski waktu berlalu… dan ingatan tentangmu hanya tersimpan rapat didalam lemari terkunci yang kusebut almari hati. Tak memiliki panggung, tak memiliki ruang penilaian. Hanya hidup diingatan sepiku…

  • Ketika hari hujan, 23 oktober 2020

Catatan

Aku suka menulis, sayangnya kamu tidak suka membaca…

Kutakut aksaraku terbang menyentuh hati yang lain,

berdiam disana lalu enggan pulang.

  • Awal Oktober 2020.