AKU KARENA MU

Aku seringkali sembunyi,

Berpaling dari terang, sembunyi dalam bayang-bayang

Aku tak suka dicari, bahkan aku tak ingin ditemukan

Tapi bersamamu aku menjadi berbeda,

membuatku suka pada diriku yang ketika bersamamu,

diriku yang merasa berarti.

Denganmu aku mulai suka berlama-lama memandang cahaya

tak apa bahkan ketika sinarnya tampak menyilaukan

Karenamu, gelap atau terang bukan masalah.

Menjadi berarti membuat segala kerumitan menjadi begitu mudah dilewati.

 

  • Puisi yang diambil dari caption foto instagramku beberapa waktu lalu, entah apa moodnya sampai tertulis caption begini

Tentang Puisi

IMG_20181013_200251_453

Beberapa hari lalu ada percakapan lumayan panjang di chat, dengan seorang sahabat lama. Banyak hal baik yang bisa saya serap selain imajinya yang indah tentang tulisan-tulisan fiksi seperti puisi dan diksi. Hanya obrolan ringan memang, tentang kabar dan kesehatan. Tidak terlalu sering terkoneksi tapi rupanya dia lumayan menyimak perihal kesehatan dan kabar saya.

Salah satu topik obrolan kami tentang betapa sekarang sulit sekali menemukan tulisan bertema puisi atau kontemplasi di rumah virtual ini.

Dia bilang ” Rindu puisimu, kenapa tidak pernah menulis puisi lagi ? ”

(more…)