Just remember

20190124_122214

Mungkin karena melihatmu dalam toples kaca, terlihat tapi tak tersentuh. Lebih sulit dibandingkan tidak melihatmu sama sekali.

Mungkin karena perpisahan begitu menyesakkan, tanpa ada lambaian tangan atau pun doa saling melepaskan. Hingga jarak yang kian lebar, tidak kunjung menyembuhkan perihnya kehilangan.

Tidak ada yang sepertimu, yang mampu menggenggam hatiku… mengalahkan arogansiku. Tidak mungkin ada yang sepertimu, membuatku jatuh benar-benar jatuh lalu menyisakan ruang kecewa hingga bibirku nyaris tak sanggup berkata atau bertanya mengapa …

Mungkin aku salah, membuatmu lelah menemukan kesejatianku dan pada akhirnya hatimu berkata cukup, lalu mengubahmu menjadi asing di mataku.

Aku tidak sedang menyesali atau menafikan segala yang kita lewati. Kenangan tentangmu, Tuan… biarkan saja berada disana ditempatnya. Diruang tersembunyi, yang kita kunci dan tidak akan kita buka lagi.

Semua usai karena kita terlalu curang berperang melawan keadaan. Kini aku berjalan jauh lebih teguh dari sebelumnya, ternyata luka selalu punya cara menguatkan.

Satu hal yang kupahami, mencintaimu …. membuatku memahami banyak hal. Meski pada akhirnya kuhabiskan keberanian untuk bertahan. Aku baik-baik saja, kupikir aku akan binasa…nyatanya, kamu bahagia dan aku lega…

Dibawah kaki langit, kamu pernah jadi segala muaraku… dan aku pernah menjadi yang terdalam seperti yang kamu bilang. Kini dikaki langit yang sama, mimpi pudar perlahan,… hilang menyisakan sewindu kenangan dan sejuta pemahaman. Hidup dan cinta ….

 

Note : Entah mengapa membuka blog ini selalu saja membuatku berlari jauh kebelakang, menyusuri tiap lorong waktu bernama masa lalu. Dan lalu mengalir begitu saja, barisan aksara dari sesuatu yang pernah hidup dan berdetak dijiwaku, kamu.

( Bekasi, Laterazza 24 Januari 2019 )

Advertisements