Sepotong Senja untuk kekasih

CYMERA_20150601_122530

Dear Love,…

Langit di kotaku sudah terlalu tua, lembayung berarak menuju peraduan sinarnya yang kemerahan seolah menjadi tirai langit yang maha sempurna. Sudah lama aku jatuh cinta pada senja, pada semua pernik langit yang menggambarkan keindahan dan segala kemisteriusan lembayung kala mentari perlahan surut di ujung cakrawala. Sudah lama aku memuja waktu di mana orang-orang berlomba kembali ke rumah-rumah, meramu cerita pada beranda bertemu secangkir hangat teh atau seduhan kopi melepas rasa lelah, jeda. Pada sekumpulan anak-anak berlarian menuju surau, dengan sarung dan kopiah. Ketika kumandang seruan bertemu sang maha memecah cakrawala, melebur langit jingga menyatu bersama malam pada kenangan masa kanak-kanak tentang surau dan suara adzan. Aku sudah jatuh cinta.

Love,…

Sejatuh cinta aku pada senjakah, kisaran rasa cintamu padaku ? bahwa rasa bahagia itu hanya cukup satu alasan, adanya kamu… jika bukan kamu mungkin senja tak lagi berwarna. Atau seperti aku menghitung segala pernik kehidupan, tentang teori dan segala macamnya di antara kehadiran, impian, keinginan, kebencian bahkan kerinduan. Serumit itu perasaan yang perlahan namun nyata, lembut membuai namun cukup perkasa untuk mengobrak-abrik kedamaian hidup seseorang.

Aku selalu sibuk bertanya dan merajuk, menumpahkan segala prasangka dan rasa … mengapa mencintaiku, mengapa tidak berlari dan pergi. Katamu cinta bukan matematika, katamu cintamu tak mampu di jabarkan dengan segala alasan mengapa mencintaiku. Tapi tetap saja aku bertanya, meski tak pernah terjawab selain betapa kamu tidak pernah menyerah. Selalu ada dalam bilangan detik waktu dan tahun, selalu memahamiku dengan caramu yang kadang tak ku pahami, selalu ada meski jauh atau dekat.

Love,…

Pernahkah menghitung waktu tentang betapa kisah kita sudah teramat panjang, nyatanya bersamamu waktu selalu terasa berlari.

Love,…

Cinta bukan matematika, tapi bukan juga sesuatu yang pasti, entah di mana ujungnya. Tapi aku slalu memandangmu,…meski dengan mata terbuka atau terpejam. Aku merindu meski rasaku tak bergerak, aku mendoa meski tanpa suara.

Saat ini langit berarak, pelan sekali … diantara awan yang bergelombang, dan sinar keemasan yang terpancar di sela pepohonan dan gedung. Membawaku sesaat menepikan mobil ditepian jalan. Menatap langit,… berharap diantara hiruk pikuk laju kesibukan kita, meski kadang betapa mahal sebuah kebersamaan, di mana pun aku dan kamu berpacu melawan waktu. Ada langit senja yang menuntunmu pulang,… disini di hatiku.

 

  • Pernik Hati di tahun-tahun berlalu …
Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

8 Comments

  1. Hahayyyy…
    Romantis beuuudddf…

    Reply
  2. Lam kenal y, mbak…
    :))

    Reply
  3. Annisa

     /  November 28, 2016

    Halo mba irma,

    Saya baca postingan mba tahun 2010 tentang ct scan yang ternyata ada kista kecil di hati. Dari 2010 hingga 2016, apakah kista tersebut membesar? Saat ini ibu saya ada kista juga di hati dan tidak berani operasi. Boleh sharingnya mba. Terima kasih

    Reply
    • Hai Annisa…

      benar, setelah di vonis ada kista di liver itu dokter memang tdk melakukan tindakan operasi krn katanya resikonya lbh besar. Tapi setelah itu saya melakukan vaksinasi ulang utk virus hepatitis Annisa untuk membentengi liver/hati dr penyakit hepatitis atau kanker hati. Waktu kecil saya sudah imunisasi jg tp dokter menyarankan imunisasi ulang krn katanya hatinya tdk memiliki anti virus. Beberapa wktu setelahnya di cek kembali, ukuran kista masih sama. Dokter menyarankan saya hdp sehat dan allhamdulillah sampai hari ini saya baik2 saja, dan upsss belum cek lg jd gak tahu kabar kista pada liver saya bagaimana. Positif thinking aj smg semuanya baik2 saja.

      Semoga Ibu nya Annisa jg baik-baik saja πŸ™‚

      Reply
    • Dendi

       /  March 15, 2018

      Ada orang2 yg selalu menyayangi disekitar ibu,Dan Ada juga Saya Dan mereka yg selalu berdoa Dan tersenyum saat IBU tertawa…itu lebih kuat dari obat apapun

      Reply
  4. Gito

     /  March 14, 2018

    Ku hentakkan kaki pada beton yg kuinjak bertaun2 kurasakan udara berganti panas,kulihat langit tlah gelap,sampaiku dimana ku simpan teman setiaku tuk antar ku pada separuh hatiku,ta Ada kata manis tuk kalian,ta tiap saat memang kurengkuh kalian di dada ini,bukan waktu yg ku salahkan,bukan tumpukan kertas diatas meja penyebabnya,Dan bukan ego yg mengiringi,ku Tak tau appa kata yg pantas untik itu,ini rumahku pikirku,pintu terbuka seraut wajah tertutup Kain rapi warna merah muda tersenyum,putri n raja ku tertidur dengan lelap,ku usap rambut ” untuk kalian aku Ada untuk apapun ” ku duduk,secangkir tea hangat tlah terisi pada cangkir putih,terasa pundak ini tersentuh tangan halus,tengadahku,senyum manis,ku rain cangkir itu dengan mata Tak lepas memandangnya,kurasa Ada yg kenyal menggelitik dibibir ini ” bebeb…Ari nyaneh eling,aing di soroan tea campur cakcak “

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: