Pagi, 8 Agustus 2016

Langit kelabu, hujan berjatuhan sejak pagi buta menyirami tanah basah dan pepohonan.

Aku memandangi dari balik jendela, daun-daun basah…embun membaur bersama hujan.

Lama sekali hujan tidak membasahi bumi, pagi ini seolah air hujan tumpah memberikan kesejukan.

Aku masih memandangi langit, pelan kubuka pintu dan membiarkan udara basah memasuki rumah.

Berharap kesejukan ini menyebar memenuhi paru-paruku,

mengikis kesombongan dan segala kefakiran juga kealfaanku.

Tuhan mungkin ingin memberiku jeda, bahwa setiap langit cerah tidak pernah abadi.

Akan ada hujan, atau badai yang sejatinya kita tetap dalam syukur dan sabar.

 

” Terima kasih Pemilik Semesta untuk 36 tahun nafas berhembus juga segala yang sudah diberikan. terlalu banyak, terlampau banyak nikmat. Dan begitu sedikit ketaatan dan penghambaanku PadaMU ”

Catatan pagi di 8 Agustus 2016, memandangi pagi… mensyukuri hari ini sebelum kembali menjalani sisa hidup selanjutnya.

 

Advertisements
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: