Seheningnya Rasa

Saat itu langit malam gelisah,…

Udara pelan mengalir, melautkan gelombang perasaan

Mempuisikan tatapan, malam itu aku dan kamu bersama rindu yang bertamu.

 

Aku bersama raguku yang dalam dan kamu yang selalu setia menunggu.

Kamu,… yang menyederhanakan jarak, dan teguh melintasi waktu.

Yang melangitkan harap sejak belasan tahun lalu dan menautkan asa pada keajaiban semesta.

 

Tuan,…

ketulusanmu perlahan namun pasti menghadirkan mimpi disiang hari,

dan pendar gemintang di gelap malam.

Tuan,… aku dalam pemahaman yang dalam.

Yang terus melangitkan asa meski ilusi dan realita bertemu batas yang tegas.

 

Aku dan kamu terus belajar,…

menyimpan sebaik-baiknya hasrat, mengikis imaji berlebih

mengatupkan rindu, menyederhanakan rasa

karena tak ingin cinta menjadi buta.

 

Saat itu malam seheningnya perasaan,…

tanpa raga saling merengkuh,

hanya hati yang riuh berbisik,

tentang cinta tanpa tanda baca, cinta tanpa kadaluwarsa.

 

* Di kerlip bintang dan lampu taman, Mei yang gelisah

 

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

9 Comments

  1. syahdu teh, semoga tersenyum dan ngak gelisah lagi πŸ™‚

    Reply
  2. Boleh juga tuh kata-katanya di jadiin lagu πŸ™‚ siapa tau laku dan bagus πŸ˜€ πŸ™‚

    Reply
  3. wah keren-keren.. Hebat bikin puisi nih mbaknya…

    Reply
  4. keren mak πŸ™‚

    Reply
  5. ilhammi1

     /  November 16, 2015

    Teteh, coba buat terbitkan sebuah buku dong… teteh ini memiliki potensi yang hebat loh…

    Salam

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: