Seheningnya Rasa

Saat itu langit malam gelisah,…

Udara pelan mengalir, melautkan gelombang perasaan

Mempuisikan tatapan, malam itu aku dan kamu bersama rindu yang bertamu.

 

Aku bersama raguku yang dalam dan kamu yang selalu setia menunggu.

Kamu,… yang menyederhanakan jarak, dan teguh melintasi waktu.

Yang melangitkan harap sejak belasan tahun lalu dan menautkan asa pada keajaiban semesta.

 

Tuan,…

ketulusanmu perlahan namun pasti menghadirkan mimpi disiang hari,

dan pendar gemintang di gelap malam.

Tuan,… aku dalam pemahaman yang dalam.

Yang terus melangitkan asa meski ilusi dan realita bertemu batas yang tegas.

 

Aku dan kamu terus belajar,…

menyimpan sebaik-baiknya hasrat, mengikis imaji berlebih

mengatupkan rindu, menyederhanakan rasa

karena tak ingin cinta menjadi buta.

 

Saat itu malam seheningnya perasaan,…

tanpa raga saling merengkuh,

hanya hati yang riuh berbisik,

tentang cinta tanpa tanda baca, cinta tanpa kadaluwarsa.

 

* Di kerlip bintang dan lampu taman, Mei yang gelisah

 

Advertisements