Dalam Diam

diam

Image From Google

Aku terjemahkan diamku,
bersama bayangan wajahmu
dibalik warna hitam mataku.

Sinar matamu yang terasa ringan,
ternyata terasa berat dipundakku.
Entah bagaimana harus berjalan tegak dengan rasa ini.

Diamku bukan buih air yang hilang ditepian,
diamku bukan pula bayangan yang tak tentu arah.
Diamku adalah kau yang menyejukan hatiku…

Masihkah bertanya mengapa aku diam ??

*Anonymus

Entah, mungkin celoteh saja…

sebelahtangan

Image from Google

Bulan penuh di langit malam ini, menyisakan kekaguman yang sangat pada pemilik semesta. Aku pada sebuah ruangan, duduk kadang menatap jauh pada jendela yang kubiarkan terbuka. Ada segelas hangat kopi bercampur krim yang aromanya menyebar, sebuah buku yang entah mengapa ku baca ulang, dan sesekali jemariku yang bergerak tak beraturan di atas tuts keyboard. kadang cepat seolah berlomba dengan kalimat yang seolah berlari di kepalaku, lalu pelan ketika kata-kata seolah tersendat.

Lama rasanya aku enggan membuka kolom dashboard di rumah virtual fiksiku ini, karena inspirasi yang menguap, rasa segan dan alasan sentimentil yang berbau kenangan yang enggan ku buka ulang. Ruang ini selalu berhasil membawaku berlari ke belakang, sekali waktu memaksaku membongkar laci-laci berlabel masa lalu. Mungkin karena inspirasi dan fiksi selalu hadir bersamaan dengan kisah-kisah yang tlah usang. Atau karena fiksi sendiri adalah cerita yang tak nyata atau tiada. Ku pungut dari serpihan kenangan, ku tulis dari kepingan mimpi.

Aku tersendat lagi,…. terdiam sesaat pada tuts keyboard…

Ruang ini slalu bernama rindu, entah rindu pada siapa atau rindu bermakna apa. Atau hanya rindu yang bermakna hanya kata pada aksara. Tidak bertuan,…

Kopiku hangat, kusesap perlahan… kebiasaan baru yang perlahan mulai mencandu. Selalu nikmat menikmatinya bersama ketikan jemari bersama aromanya yang menyebar. Meski tanpa penghayatan atau perasaan… diamlah disana, jangan pergi. Cukup menemaniku tanpa bicara, tanpa berkata, tanpa merasa, cukup bagiku kali ini. Tidak ingin lebih, cukup di sana… dan cukup bagiku disini. Rasa,…

Selalu ada kedamaian dalam keheningan, cukup rasa di hati saja…