Kecuali Kamu

dibalik jendelaImage from Google

Aku disini, dibalik jendela…

terdiam sekian lama, mematung tanpa suara.

Mencoba melebur sesak dengan menghirup udara yang masuk ke dalam rongga dada,

mencoba melepas resah ku sejak semalam.

Langit biru terang sayang, sudahkah kau memandang langit pagi ini?

Langit yang bercerita tentang keriangan awan dan angin,

yang mengabadikan sinar mentari dan membaginya ke seluruh negri.

Aku masih di balik jendela, enggan beranjak karena amarahmu.

Jika kamu cemburu aku yang pilu, takkan lagi kuulangi

jika aku begitu berarti, usaikan kesalmu,

itu hanya fiksi dan imajinasi tak bertepi…

Aku seteguh karang-karang,

takkan mudah tergoyahkan,

kecuali olehmu,

kecuali kamu…. !

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: