Remember Me

rememberme senjaDok. Pribadi

Jantungku berdetak keras, sebuah postcard tergeletak diatas meja kuterima siang tadi. ” Teruntuk Aisa ” namaku tertulis dengan tulisan tangan yang masih kukenal. Butuh keberanian untuk meraih postcard itu, aku mematung sekian lama, sibuk menahan debaran, sibuk menahan gelombang perasaan.

” Akan kukirimkan postcard dimana pun aku berada, untukmu … Supaya kau bisa melihat apa yang aku lihat, supaya kau merasa apa yang aku rasa ”

Aku mencoba memejamkan mata, sebuah suara masih begitu nyata dalam pikiran dan perasaanku. Postcard terakhir aku terima 3 tahun lalu, setiap bulan aku menunggu ketika jarak pengiriman semakin melebar dan akhirnya berhenti sama sekali. Saat itu aku tahu, aku sudah kehilangan cinta terbesar yang aku rasakan.

Perlahan aku raih postcard yang tergeletak sejak tadi, jika sebelumnya dia  mengirimkan postcard beraneka keindahan kota atau kepulauan yang dia kunjungi kali ini hanya sebuah kartu post bertuliskan dua kata singkat.  ” Remember me.. ”

Ada gerimis dimataku…

Advertisements

Sabar

 

 

Sabar sabarlah cintaku

hanya sementara kau harus dengannya

kau harus bersamanya kini

 

Sabar sabarlah cintaku

takkan selamanya karena sebenarnya

kau tahu sesungguhnya aku

 

Reff:

Aku yang paling kau cinta

aku yang paling kau mau

rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu

 

Aku yang pasti kau cinta

aku yang pasti kau mau

selamanya dihidupmu aku kekasihmu

 

Sabar sabarlah cintaku

hanya sementara kau harus dengannya

kau harus bersamanya kini

 

Sabar sabarlah cintaku takkan selamanya

karena sebenarnya kau tahu sesungguhnya aku

 

Back to reff

Aku yang paling kau cinta

aku yang paling kau mau

Aku yang pasti kau cinta

aku yang pasti kau mau

Selamanya dihidupmu aku kekasihmu

Kecuali Kamu

dibalik jendelaImage from Google

Aku disini, dibalik jendela…

terdiam sekian lama, mematung tanpa suara.

Mencoba melebur sesak dengan menghirup udara yang masuk ke dalam rongga dada,

mencoba melepas resah ku sejak semalam.

Langit biru terang sayang, sudahkah kau memandang langit pagi ini?

Langit yang bercerita tentang keriangan awan dan angin,

yang mengabadikan sinar mentari dan membaginya ke seluruh negri.

Aku masih di balik jendela, enggan beranjak karena amarahmu.

Jika kamu cemburu aku yang pilu, takkan lagi kuulangi

jika aku begitu berarti, usaikan kesalmu,

itu hanya fiksi dan imajinasi tak bertepi…

Aku seteguh karang-karang,

takkan mudah tergoyahkan,

kecuali olehmu,

kecuali kamu…. !