Khemotheraphy dan Puisi

pohon-daun-dan-angin31Image by Here

” Bagaimana rasanya khemotheraphy ? ”

Jika berandai, saat kau bertanya mungkin matamu akan menerawang. Seperti biasanya, kamu seolah enggan berlama-lama menatap bening mataku. Bodohnya kamu, sebagian yang lain ingin berlama-lama berenang didalamnya. Mengusik pagi yang penuh imaji, atau berkelana  pada malam yang penuh misteri.

Tentu, karena bagimu tatapan mataku tak lagi mengalirkan candu yang membangunkan hormon bahagia di setiap jengkal tubuhmu. Dan bagiku matamu pun tak lagi menghadirkan imaji hanya ilusi tentang masa lalu.

” Rasanya hanya sedikit gak nyaman, mungkin kamu akan sedikit mual, sedikit pusing, sedikit gak enak badan. Rambutmu akan sedikit rontok … dan kegantenganmu akan berkurang sekitar 30 persen ”

Aku menjawab riang, ringan dan tanpa beban. Ini hanya khemotheraphy… bukan mati itu sendiri. Kamu pemain watak, hatimu kuat seteguh karang dan semilitan ombak.

” Kalau begitu aku gak punya alasan untuk takut, dan aku akan menjalaninya dengan mudah dan pasti akan menang berperang melawan kanker ini ”

Aku tersenyum mendengar jawabanmu, lega bahwa kamu akan baik-baik saja. Kamu akan semakin kuat setelah ini, kamu akan semakin lapang menjalani setiap ujian. Dan hatimu akan semakin tunduk menatap bumi.

Aku tidak akan mengkhawatirkanmu, Jagoan. Sudah cukup banyak yang mencemaskanmu. Aku tahu pasti, banyak sekali hati yang menawarkan diri untuk mengasihimu. Secara terang-terangan atau diam-diam.

Kadang kala aku berfikir, jika kenangan begitu berarti… dimana kau simpan kenangan tentang hari-hari berwajah puisi ?

Berdesakan dan bertumpukan dilemari hatimu yang penuh sesak ? atau teronggok berdebu dan tanpa penghayatan di sebuah laci yang sunyi ?. Aiihhh…. dimana pun itu kau simpan, aku hanya tahu bahwa kita pernah hidup di masa lalu. Dan diantara sejuta kenangan yang kau simpan, aku tidak perduli dimana kau tempatkan. Sekedarnya atau penuh penghayatan.

Aku hanya ingin kamu tahu, saat ini nasib seolah bermain-main dengan ku. Kejutan apa ini …? kenapa kamu harus berada pada nasib yang sama denganku ?

Survivor ??

Jangan bercanda Tuhan, aku cuma minta pria yang pernah mengobrak-abrik tatanan hatiku yang rapih menjadi kacau balau dan berantakan itu baik-baik saja. Hanya itu…

Aku tidak minta supaya dia terus mengenangku, aku tidak minta dia menyimpan namaku di antara sekian wanita dihidupnya. NO… aku hanya minta dia baik-baik saja.

Bukan,… ini bukan karena aku pernah menyayanginya, atau bukan karena dia masih istimewa dihidupku. Tapi karena dia membawa pelajaran sangat berharga…

Tentang bagaimana memaknai hidup dan merelakan.

Still love him ? No,…its not about love anymore, cintaku ada dan diam ditempat yang seharusnya tumbuh dan berkembang dengan indah. Ini tentang bagaimana kanker mengetuk pintu rumahku, dan seseorang yang pernah kukasihi ternyata mendapat ketukan yang sama.

Good Luck ya Angin,.. kalahkan brain cancer mu 🙂

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

2 Comments

  1. Oke siap, mak. Jagoan akan tetap menjadi jagoan 😀
    Aku yakin, kamu atau siapapun akan mampu melewatinya dengan keikhlasa. meskipun aku nggak tau bagaimana ikhlas ku jika itu terjadi padaku

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: