Romansa jendela hati

senjadan kenanganImage by Google

Bagaimana kuartikan tatapan matamu ,

kala langit berpayung jingga kemarin itu.

Ketika udara menguap mengaburkan segala realita,

membentuk shiluet sempurna bertemu kenangan.

Tatapan yang mengikat, menelanjangi belantara imaji,

Bertemu impian sesaat meski lalu lenyap.

Menguap begitu harap mendekat.

Meninggalkan rongga yang tak pernah bertuan sekian lama.

Dimana kau sembunyikan makna tatapanmu ?

Dimana kau dapatkan sejuta pendar yang menghadirkan kegelisahan.

Kau masih saja menatapku, masih dengan cara yang sempurna.

Tanpa tertebak entah bermakna apa.

Aku serupa patung dan candi,

Tak mengerti arti berbisik atau bernyanyi.

Harusnya kucegah kau melangkah pergi sebelum kutemukan jawab.

Tidak terpaku kelu menahan irama diafragma yang menyesakkan dada.

Akhh aku lupa betapa kita mungkin tlah begitu banyak menghabiskan begitu banyak stock cinta.

Dan ketika menemukanmu kemarin itu,

Mungkin tak ada yang tersisa.

Selain memuaskan panca indera,

Menawarkan kehausan rasa rindu.

Mungkin menaburkan harap, atau mematikan asa yang sesaat menyala.

Matamu adalah jendela yang sempurna,

Entah jika aku terlalu bermetaphora.

Debaran ini tiada, nyaris tak berirama.

Sayangnya tatapanmu masih saja membiusku,

Menarikku kembali menatap spion masa lalu.

Saat kau menjadi kekasihku, dulu….

By:  Irma Senja

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: