Harmony cinta dari Surabaya

stasiunsurabayaCredit

Perlahan namun pasti kereta dengan tujuan kota Surabaya bergerak meninggalkan stasiun Gambir. Peron stasiun semakin menjauh dan lampu-lampu disepanjangnya  menjadi titik kecil yang lambat laun hilang. Syukurlah tidak ada satu orang pun yang mengantarku, bisik Mayang hingga dia tidak perlu melambaikan tangan dengan rasa haru atau kehilangan seperti adegan perpisahan pada umumnya.

Dibukanya tas tangan hitam yang sedari tadi dia genggam, perlahan dia ambil sepucuk surat dengan amplop yang sudah tampak lusuh karena bolak-balik dia baca ulang. Tangannya masih saja gemetar membaca kalimat demi kalimat yang tertulis disana, ini surat cinta…ya surat cinta dari kekasihnya tercinta.

” …Datanglah kekasih sejatiku, Mayang… jangan bertanya soal rindu dan dalamnya perasaan cintaku kepadamu. Jangan sangsikan !  ini saatnya kita bersama setelah begitu banyak halang dan rintang untuk cinta kita. Datanglah… dan kita akan bersama selamanya. Kekasihmu ~ Kapten Bhirawa ~ “

Langit semerah saga ketika kereta besi ini memasuki stasiun Pasar Turi, dadanya bergemuruh dan berdebar sedemikian cepat. Inikah saat yang mereka nantikan itu ? pertemuan dan melabuhnya cinta yang harus terpisah karena suratan takdir. Mayang gemetar melangkahkan kakinya menuju pintu keluar kereta. Diujung peron stasiun, kapten bhirawa sudah menunggunya. Lalu dengan langkah perlahan dan nyaris goyah mereka saling mendekat. Pandangan mata mereka bertemu, air mata tertahan mengambang dari dua pasang mata itu.  ” Akhirnya kita bisa bersama selamanya kekasihku Mayang,… meski kita harus menunggu hingga wajah kita penuh keriput, rambut kita nyaris penuh uban dan tubuhku tak setegap 30 tahun yang lalu ”

Cerita ini diikutsertakan pada Flash Fiction Writing Contest : Senandung Cinta

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

23 Comments

  1. aiihh…so sweet endingnya..

    Hihhi..keren Mak FF nya..
    Hadeuuh akuu beloon setoor !

    Reply
    • aihhh,…knpkah komentar teteh masuk ke spam ya ? hatur nuhun mak …. ikut meramaikan saja mak 🙂

      Reply
  2. wah.. Keren ceritanya bikin nangis..

    Reply
  3. merinding bacanya..

    salam kenal mak 🙂

    Reply
  4. SUka sekali itu lorong keretanya. Dan tentunya ceritanya hehe

    Reply
  5. ahh mbak irma… ga nyangka banget, bagus 😀

    Reply
  6. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Flash Fiction Senandung Cinta.

    Ikuti juga Kontes Unggulan Blog Review Saling Berhadapan di BlogCamp (http://abdulcholik.com)

    Salam hangat dari Surabaya

    Reply
  7. Linknya tidak mengarah ke blog FF. Silahkan di revisi
    Terima kasih

    Reply
  8. Cinta memang tidak mengenal waktu 🙂
    salam hangat…

    Reply
  9. Oh Mak Irma memang keren kalau bikin cerita…30 puluh tahun booo,

    Reply
  10. Mayang beruntung sekali iiih. .. 🙂

    Reply
  11. Huwahhh…saling setia menunggu ya, co cwiiiiit 😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: