Candu

lelakiCredit

Angin berbisik menjelma cerita-cerita,

kisah tentang lampau dan sebuah serenada,

saat cinta tak juga menemu cinta.

Waktu berputar, bergerak cepat.

menyaksikan remaja merekah menjelma sosok dalam renungan.

Dulu aku binasa, kini terkapar di tepian nyala pijar matamu.

 

Dimana kau sembunyikan ladang madu yang membuatku mencandu ?

hingga seluruh musim kutelusuri, semak hingga padang ilalang liar.

Pada merah jambu bibirmu, atau kerling jenaka matamu.

 

Biarlah matahari mencipta fatamorgana,

asalkan engkau slalu kutemukan meski dalam gelap malam.

Rinduku berontak, pelan mengusap kenangan.

Haus menghisap asmara yang tak juga reda.

 

Matahari karam,…

wajahmu menjelma, rebah di dadaku.

Perjalanan sudah terlampau jauh Adinda sayang,

aku terus berlarian mencari bayanganmu.

Jangan berhenti, hingga datang matahari…lagi dan lagi.

Hingga aku menemukan jalan kembali, atau kita tersesat selamanya.

 

~ Tercipta ketika matahari lindap ke cakrawala. Dari catatan seorang Irma Senja ~

Advertisements