Merindu

Aku menghitung laju derap kereta tua sambil kusamakan frekuensi suara nyaringnya dengan gumamanku berbisik namamu. Dan perlahan kujumlah barisan peron yang pelahan menjauh seiring kereta yang membawaku melintas belantara kota.

Ada bayangan mu yang mengejar hingga tak terhitung jarak dalam kalkulasi waktu. Entah sejak kapan… aku mulai menghitung waktu dengan bilangan namamu sebagai angkanya. Lalu aku diam mematung setiap suara yang seolah bisikanmu menyebut aku…. ” senja… ”

Lalu aku mulai menyadari, ketika angka-angka pada almanak tak kunjung menuliskan aku menjadi kita. Dan perjalanan keretaku mulai mendekat perhentian akhir,… tiba saat aku berhenti menghitung rindu. Bukan tentang melupakan… tapi merelakan kita berbahagia di tempat yang berbeda.

Dalam perjalanan kereta yang berbeda, dan jalur peron yang tak sama…sesaat aku menemukanmu.

 

melamun

# Heheeuuu,… Thanks fotonya mba Wylvera. Demam flu kali ini sambil menikmati foto2 perjalanan ke Solo kemarin. Beberapa menghadirkan inspirasi untuk menulis dan berimajinasi 🙂

 

 

Advertisements