Pernik hati

Bahasaku adalah paragraf,…
kadang terasa nyeri hingga catatanku menjadi biru.
Tapi riangku juga puisi, yang pada bait dan rima menjadi asa dan doa yang terus terbang ke angkasa.
Karena DIA yang menggerakkan iman di dadaku,
juga karena penghiburan-penghiburan hebat sepertimu.

Kadang aku bertanya, ” kelak seperti apa aku di kenang ? ”
Seringkali aku takut dan putus asa, tapi terkadang aku tahu aku akan hidup lebih lama.

Karena hidup adalah rahasia , tak terbaca olah kaca mata manusia.
Aku pasien istimewa,…sejak bertahun lalu.
Aku mengalami remisi berulang kali, bahkan nyaris tertipu dan tumbuh lagi.
Tapi seperti yang kau tahu, aku tak mudah dikalahkan.

Aku masih disini,…dan aku tahu, esok dan nanti aku masih disini. Sekedar memberimu senyum atau memaksamu membaca paragraf demi paragraf pada catatan senja…..

# Setulus doa untuk kamu yang mencintaiku sepenuh bumi,…

“I’m survivor indeed ^_*”

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

4 Comments

  1. Ternyata saya cengeng.

    sipp. semoga sehat selalu mbak. tetap semangat meracik aksara untuk kehidupan. salam kenal kedua 🙂 setelah habis komen di blog yang satunya. 🙂
    syafakillah.

    Reply
  2. Di antara paragraf, kutemukan jeda, menghela napas…..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: