Sampai kapan,…

Kasihan sekali wahai hati yang terpenjara,…

Lakumu tak bernyawa, hanya melayang mengikuti kemana titah Tuanmu membawa.

Entah sejak kapan kau abaikan impian dan angan-angan.

Sejak kapan senyummu hanya serupa garis tipis tanpa riang yang terasa.

Tidak ada yang memahamimu, suaramu adalah kegetiran keheningan malam.

Tangisanmu adalah rintik yang diam-diam kau tahan.

Sampai kapan kau turutkan segala atas nama pengorbanan ?

Sampai kapan ? lelahmu terus kau tahan…?

Sampai kapan,….? sampai kau tak mampu bertahan, atau sampai batas akhir usia kau jelang.

 

 

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

3 Comments

  1. dongengdenu

     /  March 27, 2013

    jd inget lagu time after time nih…

    Reply
  2. kunjungan baliknya mba, terimakasih ya sudah mau berkunjung ke blog saya yang baru di bangun, he, salam sukses dan sehat buat mbanya 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: