Sampai kapan,…

Kasihan sekali wahai hati yang terpenjara,…

Lakumu tak bernyawa, hanya melayang mengikuti kemana titah Tuanmu membawa.

Entah sejak kapan kau abaikan impian dan angan-angan.

Sejak kapan senyummu hanya serupa garis tipis tanpa riang yang terasa.

Tidak ada yang memahamimu, suaramu adalah kegetiran keheningan malam.

Tangisanmu adalah rintik yang diam-diam kau tahan.

Sampai kapan kau turutkan segala atas nama pengorbanan ?

Sampai kapan ? lelahmu terus kau tahan…?

Sampai kapan,….? sampai kau tak mampu bertahan, atau sampai batas akhir usia kau jelang.

 

 

Advertisements