Di kaki langit Madinah

senjadiMadinah

Credit

Aku melonjak riang, entah riang yang samar kuartikan bermakna apa. Ketika Massenger ku berbunyi dan pesan pendek terbaca disana.

” Disini jam 1.45 , aku baru kembali dari mesjid. kamu tahu Nay ? hotel tempatku menginap tepat di belakang mesjid Nabawi. Langit senja disini indah meski tidak seteduh langit senja di kota kita. Aku rindu padamu…. “

Tanpa sadar aku tersenyum, senyum yang tersungging begitu saja. Senyum yang mendadak aku sadari dan membuatku malu. Senyum yang langsung membuatku menahan nafas.

” Kelak aku ingin memperlihatkan langit senja di kaki langit Madinah untukmu ” Pesanmu kembali ku baca, lalu pesan balasan kukirimkan.

” Apakah dalam doa-doamu ada namaku ? ”  terlambat untuk menyadari dan berfikir waras, pesan itu sudah terkirim padamu.

” Ya, semua kebaikan, keberkahan dan kebahagiaan untukmu Nay. Aku berdoa untuk kita, apa yang paling baik untuk kita. Untuk rasa sayangku padamu begitu juga sebaliknya “

Pesan balasanmu kuterima, entah aku harus menjawab apa.Katamu ini bukan semata tentang rasa suka dan kekaguman dalam hitungan bulan. Tapi sejak 16 tahun lalu, sejak diam-diam kau menatap bangunan rumahku. Tentang berulang kali kau datang lalu pergi, meyakinkan hati bahwa masih ada cara untuk kita bersama. Mengetuk keteguhan hati, lalu akhirnya sia-sia.

Dilangit Madinah mana saat ini kau bermunajat ? dengan hati seperti apa kau meminta sesuatu yang bisa saja berbanding lurus dengan ketetapanNYA. Aku ingat air mata kita dulu, betapa kini aku begitu tak berdaya.

” Fokuslah beribadah,… lupakan semua hal disini. Panjatkan semua doa dan serahkan segalanya kepada Allah. Bahkan jika kelak kau kembali ke sini, lalu ketetapan hatimu menuntunmu menjauh dariku, menegaskan semua hal yang selama ini samar antara kita. Aku akan berbahagia untukmu,Bayu… ”

Pesanku terkirim, dan terbaca… lalu balasanmu

” Iya,…aku akan fokus beribadah, tapi aku akan merindukanmu dan saat aku kembali kita akan bersama dan mencari yang terbaik untuk kita. Aku pernah mencoba,…dan kita tidak bisa Nay ”

Malam semakin larut, pesan terakhirmu hari ini kubaca berulang kali. Mendadak aku ingin menangis. Entah apa yang begitu menyesak di dadaku, entah apa yang begitu menekan pada ulu hatiku hingga membuat dadaku terasa berat. Rasa bersalah atau rindu ??

Lima hari lagi kamu akan datang, siang ini aku mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan. Aku ingin membeli sebuah gaun cantik dan mungkin dengan selendang warna favoritemu untuk aku kenakan saat kita bertemu beberapa hari lagi.

Tubuhku mendadak dingin, suasana di mall yang riuh rendah mendadak menjadi begitu hening. Entah dari mana datangnya. Aku mencoba tersenyum pada gadis kecil berusia 7 tahun yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapanku, tidak jauh dari tempat gadis kecil yang cantik itu berdiri seorang wanita  sebaya denganku menatap dengan tatapan tajam.

” Tante,… aku Nadine, aku mohon jangan ambil papaku tante. Aku tahu papa sayang sama tante, tapi kalau papa dan mama berpisah aku akan sedih ”

Wanita yang berdiri tidak jauh dari gadis kecil itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun, hanya wajahnya tampak berawan. Mendadak aku ingin bumi menelanku hidup-hidup. Tiba-tiba kejadian demi kejadian perjalanan dan pencarian Bayu menemukan aku melintas silih berganti dengan bayangan Nadine dan ibunya. Bayu bahkan sudah menemukan aku berpuluh tahun sebelum menemukan wanita yang kini berdiri dihadapanku menyandang namanya. Aku limbung, kuberanikan diri melangkah dan mendekati gadis kecil ini. Dikedua matanya, aku melihat bayangan Bayu dengan begitu jelas. Aku berjalan mendekat dan berjongkok dihadapannya, matanya sendu dan terus menerus menatapku.

Aku tersenyum dan mencoba mengenggam dan menyentuh jemarinya, lalu berbisik perlahan. Berharap mampu menghilangkan kekhawatiran di matanya.

Jangan khawatir sayang,… papa tidak akan kemana-mana. Selamanya papa akan bersama Nadine dan mama di rumah yah. Papamu tidak akan kemana-mana sayang…. “

Gadis kecil itu menatapku, bibirnya bergerak seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar.

Bagaimana kalau papa mencari tante , dan ingin tinggal bersama tante Nay? ”

Mendadak mataku memanas, perlahan aku sentuh pipi gadis kecil ini.

” Nadine jangan khawatir, tante akan bilang sama papa supaya gak mencari tante lagi…. ”

Aku terdiam, menatap keduanya yang melangkah menjauhiku. Niatku untuk berbelanja mendadak hilang entah kemana. Aku ambil smartphone ku, sebuah suara menjawab telponku dengan nada riang.

” Halo Nay,… tumben menelponku di hari minggu ” Suara Anita, salah satu manager di perusahaan tempatku bekerja tampak heran.

” Maaf Bu,… apa tawaran untukku menempati kantor cabang perusahaan kita yang baru di kota Surabaya masih berlaku ? ”  Ucapku dengan suara tertahan.

Aku menghela nafas lega mendengar jawaban disebrang telpon,… selamat tinggal Bayu, mungkin sebaiknya aku yang pergi.

_________________________________

Tiga tahun berlalu,….

” Nay,… ayo cepat kesini…

Aku buru-buru menyimpan mukena di ranjang, dan segera mendekati Bayu yang sedang berdiri memandang keluar jendela.

” Ada apa ?,… “  Tanyaku penasaran mengikuti arah pandangan matanya menatap keluar jendela. Pria itu menarik tanganku, menggenggamnya. lalu,… ” Lihat, Nay… ”  Jemarinya menunjuk ke arah lengkung langit di luar jendela, sinar keemasan perlahan surut ke balik perut bumi dengan mengendap-endap. Menyisakan lembayung berwarna jingga yang berpendar di angkasa. Indah….

Lalu keharuan menyelinap di rongga dadaku, mataku enggan berkedip. Tangan Bayu masih menunjuk ke arah langit sembari memelukku. Kami masih terus berdiri menatap keluar jendela. Memandang senja dengan lembayung jingganya yang terhampar begitu indah di kaki langit Madinah.

” Keindahan langit senja bukan di mana kaki kita berpijak Bay, tapi di mana ada kamu disana…”

Advertisements
Leave a comment

5 Comments

  1. emmm… okay… eemm.. ga tau mau komen apa… *megangkepala.. ok ok… *tiba2galau

    Reply
  2. latree

     /  February 19, 2013

    cantik mbak. tapi aku agak belum bisa membayangkan apa yang terjadi dalam 3 tahun?

    Reply
    • Iya, sebenarnya aku agak ragu soal endingnya. Tapi disini aku ingin menampilkan bahwa pada akhirnya mereka bersama…. tapi bingung juga seperti apa bentuknya. Ada masukan mba?

      Reply
      • latree

         /  February 19, 2013

        iya. sebenarnya bisa masuk akal dg satu dua kalimat lagi. tapi apa ya, aku juga belum bisa bayangkan 😀

  3. bagus dan (semi) tragis dan akhirnya Nadine punya ibu baru.

    dalam 3 tahun akan menjadi rahasia senja, seperti halnya senja yang selalu dengan rapih menyimpan keajaibannya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: