Prompt# 3 : Telat

” Gawat ! ”

Aku melirik jam di tangan, sudah lewat 3 menit! Kupercepat lariku, walaupun tahu semua itu hanyalah usaha sia-sia. Aku sudah telat.

” Tidak apa-apa ” kataku menenangkan hati.

Aku mulai memasuki ruangan dan mengetuk pintu. Seketika semua mata diruangan ini menatap ke arahku.

late

Image Form Google

Sesaat aku takjub, mengedarkan pandanganku pada ruangan yang di sulap dengan begitu indah. Tampak beberapa teman dan kerabat berkumpul, tatapan mereka penuh tanda tanya.

” Aku hanya telat beberapa menit dari waktunya, berlebihan sekali kalau mereka marah hanya karena aku telat. ” gumam batinku.

Aku bergegas mencari Elisa, seharusnya dia ada disini jangan bilang kalau dia juga terjebak di jalanan yang macet atau tak bisa menghindar dari jadwal meetingnya yang padat sebagai manager sebuah agency terkemuka di Jakarta, milik  keluargaku ini. Dan gak lucu kalau hari ini dia masih sibuk meeting.

Aku menuju private room bagian dari bangunan kantor bernuansa modern dan cozy  yang kami sulap menjadi multifungsi jika harus mengadakan acara party dll.

” Mana Elisa ? ” tanyaku bingung campur kesal pada asisten dan sahabatnya yang tampak bingung dan cemas.

” San, mana Elisa… lalu mana abangku Andra, apa dia sudah datang ? ” ucapku mendesak.

Sandra memandangnya dengan penuh khawatir sebelum akhirnya menjawab pertanyaanku.

” Elisa sudah pergi Dre, dia hanya berpesan kalau dia lelah dengan ketidak disiplinanmu, dan sikapmu yang seenaknya sendiri ”

Aku menatap wanita bertubuh subur ini dengan tatapan tajam.

” Apa maksudnya ? aku hanya telat 3 menit !! ” teriakku kesal.

” Kali ini kamu telat hanya 3 menit Andre, tapi dia sudah  menunggu 3 tahun, didetik terakhir saat kamu melamarnya dan memutuskan  bertunangan hari ini. Sepertinya sahabat kita itu berubah pikiran ” ucap Sandra sembari menatapku dengan pandangan iba.

Mendadak badanku lemas, bagaimana bisa Elisa bertindak begitu konyol. Apa dia tidak berfikir reputasi kami di mata para klien? Bagaimana bisa aku mengatur semua urusan dan bisnis ini tanpa kecakapan dan kepintarannya. Siapa yang akan membantuku membesarkan agency ini ? aku sudah kehilangan partnerku hari ini. Partner ?? mendadak aku bingung dengan suara hatiku sendiri.

*******

Sebuah sedan berwarna hitam perlahan memasuki rest area KM 19 , lalu parkir di bawah pohon palem yang menghadap  lalu lalang jalanan didalam tol.

” Aku memilihmu Andra,… aku sadar bahwa pria sepertimulah yang aku inginkan ” ucap Elisa sambil menatap pria tampan di hadapannya.

” Tentu saja, jika selama ini aku selalu telat dalam segala hal di  banding Andre. Kali ini dia yang telat. Aku mencintaimu… ” bisiknya sambil perlahan mencondongkan wajahnya ke arah Elisa.

# 387 word