Prompt# 2 : Tas Mahal Sri

tas Sri

 

Usianya baru saja menginjak 20 tahun, kulitnya kuning langsat, rambutnya yang hitam bergelombang dengan mata bulatnya yang jernih, ditambah bibirnya yang penuh dan memerah, tubuhnya sintal dan tinggi semampai. Meski wajahnya tidak terlalu cantik tapi siapapun akan setuju bahwa gadis ini sangat mempesona.

Sinar matanya berbinar menatap etalase-etalase yang memajang tas, sepatu, baju-baju dan aneka barang mahal di pusat perbelanjaan elite ini. Setidaknya itulah yang di ucapkan dengan bangga oleh bibinya dengan angkuh saat mereka memasuki mall ini.

” Sri,… ini salah satu mall termahal di Jakarta, barang-barang disini merk terkenal dan harganya jutaan bahkan puluhan juta. Harga tas termurah disini saja bisa jadi sama dengan hargadua ekor kerbau kepunyaan almarhum kedua orang tuamu di desa

Bibinya melenggang bak mantan peragawati yang sudah pensiun karena kehilangan bentuk badannya yang ramping, berlenggak-lenggok mengelilingi butik yang satu ke yang lain.. Frustasi.

” nasib punya suami kaya tapi pelit ” wanita usia 50 tahun ini bergumam sambil meletakan kembali tas mahal seharga 45 juta ditempatnya.

“tunggu disini Sri, jangan kemana-mana…aku ke toilet dulu, takut pamanmu bingung nyari kita 

Wanita gemuk itu meletakan belanjaannya di tangan ponakannya yang baru datang 6 minggu yang lalu dari desa kemudian bergegas menuju toilet. 

Sri melangkah menuju tempat tas yang tadi dipegang-pegang bibinya.

Sri menimang-nimang tas branded itu. Bentuknya cantik sekali. terbuat dari kulit sintetis yang diemboss berwarna putih dengan aksen kulit sintetis bertekstur kulit ular. Berkali-kali dia menimang lalu menaruhnya kembali, lalu kembali mengambil dan menimangnya lagi. pikirannya kacau.

Tutup mulutmu ya Sri, kalau kamu mau tinggal di rumah mewah ini dan selalu menuruti keinginan paman, paman akan memberikan apapun yang kamu mau. Hidupmu akan senang Sri …. apapun dan berapapun harganya akan paman belikan. Baju baru, sepatu baru, uang saku, tas baru.… ” 

Tiba-tiba Sri ingat kata-kata yang diucapkan pamannya dengan mulut bau tembakau, dan tubuh tambunnya yang berkeringat setelah merengut keperawanan dan menggagahinya semalaman.  

Sri menoleh ketika mendengar suara pamannya berdehem di belakangnya, ekor mata pria tambun 59 tahun itu mencari sosok istrinya dan tersenyum menyadari wanita itu tidak ada di sana. Tatapan matanya berubah genit dan penuh nafsu memandang Sri. Lalu Sri tersenyum licik,

” Belikan aku tas ini paman, harus…. kalau ndak penyakit jantung bibi bisa kumat kalau aku cerita tentang paman yang setiap malam menyelinap ke kamarku ” 

 

# 383 Words

 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: