Beranikan diri,…

Ketika matahari pagi terbit membuka hari baru,

beranikan diri untuk yang pertama tersenyum dan bersyukur.

Dan ketika kegelapan datang, beranikan diri memberi cahaya terang.

Ketika tirani dan ketidak adilan terjadi, beranikan diri untuk berkata STOP.

Ketika segalanya menjadi sulit, beranikan diri berkata mudah dan melewatinya.

Bahkan ketika lelah dan tanpa harapan, beranikan diri tetap tegak dan menemukan sedikit harapan.

Ketika mereka hilang arah, beranikan diri menunjukan jalan.

ketika mereka terjatuh, beranikan diri mengulurkan tangan.

Ketika tersakiti, beranikan diri dan berilah pengampunan.

Ketika menjadi besar, beranikan diri tetap membantu orang lain hingga tak pernah merasa menjadi besar.

ketika melihat kenyataan tak seindah mimpi, beranikan diri mewujudkan impian.

ketika mereka meninggalkanmu, beranikan diri tetap melangkah.

Ketika kesedihan dan rasa sakit menghimpit, beranikan diri berkata aku terluka dan berkata aku pasti tersembuhkan.

Ketika mereka menampakan amarah, beranikan diri memberi senyuman.

Ketika Cinta menyakitimu, beranikan diri mencintai lebih dan lagi…

Dan, ketika hari berakhir.. beranikan diri merasa telah melakukan yang terbaik.

Berani untuk melakukan yang terbaik yang kita bisa disetiap saat.

Hingga ketika hari terakhir tiba,…. kita sudah beranikan diri menjadi berani.

# Dengan menuliskan tidak selalu sudah menjadi berani, tapi berbagi  dan menumbuhkan semangat adalah tanda bahwa aku cukup berani * IrmaSenja *

~ Inspiration by. Quote ~

Image from Google

Image from Google

Aku pasien kanker

Aku pasien kanker,

seorang ibu, istri, anak, dan teman.

aku memiliki cita-cita dan masa lalu yang penuh kenangan

Kadang aku bimbang siapa yang akan menjaga anak-anakku setelah aku tiada,

tapi terkadang aku yakin akan hidup lebih lama.

 

Aku pasien kanker,

seorang penyintas, sebuah inspirasi dan pendukung.

Aku telah menjalani penanganan dan perawatan medis

dan merasa telanjang di depan orang yang tak kukenal yang mengenggam masa depanku.

Ada saat aku merasa bingung dan saat aku mengerti sepenuhnya,

malam-malam saat tidurku resah dan hari-hari penuh kesangsian dan amarah.

 

Aku pasien kanker,

yang terlatih menyamarkan tanda penyakit dengan riasan dan senyuman,

tetapi jangan terkecoh, sebenarnya aku takut.

 

Aku pasien kanker,

ditatap dengan pandangan pilu, kagum, dan salah paham oleh mereka yang tidak mengetahui perjuanganku.

Aku menikmati saat-saat penuh kedamaian ditengah ketidakpastian

karena aku menyadari betapa berharganya hidup ini.

 

Aku pasien kanker,

yang hadir menghadapi tantangan.

Aku bersyukur menerima efek samping yang membantuku menjadi seorang ibu, istri, anak, teman, dan sahabat yang lebih baik dari sebelumnya.

Dan aku bahagia menjalani kehidupan yang indah….

 

# By.  Seorang penyintas

Inspirasi kisah-kisah para penyintas

Image From Google

Love Silent

Tak perlu bicara atau mengeluarkan suara, karena bisa jadi bibirku akan gemetar dan suaraku menjadi parau dan tak enak di dengar.

Cukup rasakan debaran hatiku, selami kedalamannya dengan hatimu. Ada bayanganmu yang kusimpan diantara detak jantungku… ada namamu yang kugoreskan di altar hatiku, namamu…hanya namamu dan sebentuk cinta yang kau titipkan bersama keindahan langit senja  16 derajat  di cakrawala.

Cukup itu,….

love

Image From Google

Hanya,…

 

go

Image From Google

Ada suatu saat dimana kita harus mengerti bahwa ada orang-orang yang hanya bisa berada di kedalaman hati kita, tanpa bisa menjadi bagian hidup kita

* Irma Senja *