Hujan bulan November

Tidak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni,…begitulah yg ditulis penyair Sapardi Djoko damono.

Tapi ijinkan aku untuk sedikit saja belajar pada arti kesejukannya.
Pada caranya menghapus jejak ragu pada langkah yg berdebu,…

Pada bisiknya yang tak bersuara meski rindunya pada pohon berbunga tak tersampaikan…

Pada kearifannya menggemburkan ladang-ladang,…

Aku belajar pada ketabahan hujan bulan Juni,

Aku belajar,… menjadi penawar kesedihan meski air mataku mengalir diam-diam.

Aku belajar,…menjadi sandaran meski bahuku remuk redam, menjadi penghapus kegelisahan meski aku kesakitan.

Ajarkan aku menjadi sesejuk hujan pada bulan juni… yang tetap mengalir meski terserap akar-akar.

Jika tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni,…biarkan aku menjadi hati yang lebih tegar pada hujan bulan November.

* Ketika sendiri pada malam 9 November 2012 – 22:50 wib *

             ~Irma Senja~

Image From Here

Advertisements
Leave a comment

2 Comments

  1. Kalimat penutupnya menarik, mbak.. 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: