What Cancer cannot do

# Untuk Pejuang kehidupan, untuk para penyintas dan spirit untuk diri sendiri.

” don’t give up,… Let’s survive and fight, we’re survivor indeed ! “

Siapa bilang kanker begitu kuat dan hebat ? percayalah, kanker juga terbatas….

Kanker tidak bisa melumpuhkan cinta,
tidak dapat menghancurkan harapan,
tidak dapat mengikis iman,
tidak bisa menghancurkan kedamaian,
tidak bisa merusak kepercayaan,
tidak dapat membunuh persahabatan,
tidak dapat menekan kenangan,
tidak bisa membungkam keberanian,
tidak bisa menyerang jiwa,
tidak bisa mencuri kehidupan yang kekal,
tidak bisa menaklukan semangat.
Jadi,… tidak ada alasan menyerah pada kanker !!

Ada kehidupan yang pantas diperjuangkan, ada sinar harapan di mata mereka yang mengasihimu, ada senyum dan tawa riang yang akan terkembang.
Menunggu aku, kamu, dan kalian berkata ” We’re survivor indeed “

Image From Google

Advertisements

Secuil tentang Cinta

Cinta tak melulu beraroma kebahagiaan dengan ending suka cita, seringkali cinta justru membawa hati pada perjalanan-perjalanan penuh air mata….

Cinta selalu memiliki banyak wajah, mungkin itu sebabnya hingga zaman semakin menua cinta selalu menjadi topik yg tak usai diperbincangkan.

Apapun bentuk cinta,…cinta tidak akan pergi tanpa mengubah hati kita yg paling dalam…

Cinta,…meski kadang membekukan perasaan, dalam ingatan cinta akan tetap hidup seabadi kenangan.
~ IrmaSenja ~

10 Kutipan cinta ternama

Pramoedya ananta toer
“Cinta tak lain dari sumber kekuatan tanpa bendungan bisa mengubah, menghancurkan atau meniadakan.”

Bernie Siegel
Bernie Siegel adalah seorang penulis sekaligus pensiunan ahli bedah Amerika, yang menulis buku Love, Medicine and Miracles. Buku ini menceritakan tentang hubungan antara pasien dan proses penyembuhan yang mereka jalani.
“Cinta itu menyembuhkan, itulah sebuah kebenaran.

Maroon 5
Maroon 5 adalah band pop-rock Amerika yang berasal dari Los Angeles, California.
“Meskipun saya tidak memahami arti cinta, saya tidak keberatan jika harus mati untuk mendapatkannya.

Hamka
Hamka berhasil menggambarkan cinra dengan puisi dan sajak.
“Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekadar canang yang gemerincing.

Jalaludin Rumi
Seorang penyair sufi yang lahir di Afghanistan.
“Karena cinta duri menjadi mawar. Karena cinta cuka menjelma anggur segar?

Thich Nath Hanh
hich Nhat Hanh adalah seorang biksu Buddha yang berasal dari Vietnam. Namun, ia juga dikenal sebagai guru, penulis, penyair, dan aktivis perdamaian.
“Jika cinta kita hanyalah keinginan untuk memiliki, hal itu tak bisa dinamakan cinta.

Willa Cather
Willa Cather adalah seorang penulis Amerika yang mendapat Penghargaan Pulitzer untuk novel One of Ours pada tahun 1922.
“Cinta yang besar selalu membawa keajaiban.

Kahlil Gibran
Kahlil Gibran adalah seorang penyair, penulis, dan seniman berdarah Lebanon-Amerika.
“Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.
Tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya.

Oscar Wilde
Oscar Wilde adalah seorang penulis dan penyair ternama dari Irlandia. Pria kelahiran 16 Oktober 1854 ini juga menjadi salah satu dari penulis naskah paling populer di London pada awal 1890-an.
“Jika kita sungguh-sungguh menginginkan cinta, maka cintalah pada akhirnya yang justru menunggu kita.

Brendan Behan
Brendan Francis Behan adalah seorang penyair, penulis cerpen, novelis, dan penulis naskah drama (dalam bahasa Inggris dan Irlandia) yang berasal dari Irlandia.
“Seorang pria sudah setengah jatuh cinta kepada wanita yang mau mendengarkan omongannya dengan penuh perhatian.

 

 

Image From Google

Hujan bulan November

Tidak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni,…begitulah yg ditulis penyair Sapardi Djoko damono.

Tapi ijinkan aku untuk sedikit saja belajar pada arti kesejukannya.
Pada caranya menghapus jejak ragu pada langkah yg berdebu,…

Pada bisiknya yang tak bersuara meski rindunya pada pohon berbunga tak tersampaikan…

Pada kearifannya menggemburkan ladang-ladang,…

Aku belajar pada ketabahan hujan bulan Juni,

Aku belajar,… menjadi penawar kesedihan meski air mataku mengalir diam-diam.

Aku belajar,…menjadi sandaran meski bahuku remuk redam, menjadi penghapus kegelisahan meski aku kesakitan.

Ajarkan aku menjadi sesejuk hujan pada bulan juni… yang tetap mengalir meski terserap akar-akar.

Jika tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni,…biarkan aku menjadi hati yang lebih tegar pada hujan bulan November.

* Ketika sendiri pada malam 9 November 2012 – 22:50 wib *

             ~Irma Senja~

Image From Here

Ini bukan tentang senja tapi telaga,…

” Ada cahaya penuh kelembutan di jendela matamu.
Cahaya yang membias kan rindu hingga berserakan tak dapat kuhitung jari..
Cahaya  yang menyadur  aksara menjadi kilauan bintang…” katamu.
Bagaimana bisa aku menjadi roh begitu banyak aksara pada lembar catatan hati dan kanvas lukisanmu.
Sedang aku segaris tipis cahaya jingga pada 16 derajat dibawah cakrawala…
Aku haru biru tentangmu,… pada hening waktu namaku kau dawamkan dalam doa-doa. Aku tergugu dan malu…
Ini bukan tentang keindahan hujan bulan january, ini tentang kesetiaan telaga teduhmu pada langit senja…
Meski aku berlari dan sembunyi,…
kau tetap menatapku dalam, entah tatapan apa ?
tapi begitu dalam hingga mata teduhmu seperti tak berongga.
Jangan imani aku,…
aku hanya bait pada syair yang terputus.
Kau bilang aku seperti candu yang menagih,
katamu tatapanku hanya ada pada belaian embun pada bunga tanjung.
Baiknya kukenakan kerudung merah jambuku,…
yang akan menutup rona merah dikedua pipiku.
Rona ketika aku tertunduk dikedai teh kota suci arafah,
ketika  kubayar penantianmu bertahun-tahun dengan 10 menit 43 detik menatap langit senja tak sekedar dalam bingkai aksara dan kanvas…
Meski hanya 10 menit 43 detik,….