Pagi yang kesekian,…

Mari koreksi hati,…

Karena tidak boleh ada yang dominan dihati kita melebihi Allah.

Jika sudah bertumpu pada selain DIA, itu awal kegelisahan.

# Pagi yang sama seperti kemarin, kemarinnya, dan kemarin yang lalu. Baju yang kukenakan masih pakaian semalam, baby doll biru dengan nuansa garis dan kotak. Khayalanku mengembara sembari perlahan menguyah omelet mie,telur dan beef. Tiba-tiba teringat curhatan salah satu sahabat wanitaku, meraba-raba rasa hatinya,kegelisahannya, dan kesulitannya saat ini. Dia salah satu wanita kuat yang aku kenal, tapi ketika kehidupan pribadinya dan kehidupan keluarganya tidak dalam kondisi baik, air matanya mengalir juga. Dia baru menyadari mengalami stress, yup… wanita rentan sekali dengan stress. Mungkinkah akhir-akhir ini aku mengalami stress ? tidur gelisah, nafsu makan hilang, lagu mellow sedikit saja membuat melted dan memilih berdiam diri sendiri ketimbang bergabung dengan banyak orang. Tapi aku bahkan tidak tahu apa penyebab dan pangkal kegelisahanku.

Entah,… yang aku tahu ada PR besar yang harus segera aku selesaikan, yaitu mengkoreksi dan mendamaikan hatiku kembali.

Bukankah manusia meski hidup bersama tapi sesungguhnya tidak melekat satu sama lain. Sejatinya kebahagiaan ada di dalam diri kita sendiri, dan menggantungkan kebahagiaan pada diluar diri kita akan sangat melelahkan.

Omelet yang mulai dingin menghilangkan seleraku, kekosongan dan kesendirian selalu mendatangkan kegelisahan dan menghadirkan ingatan-ingatan yang tersimpan jauh dibelakang.

Pagi ini,… ada kehampaan yang ingin kulebur bersama 4 rakaat duha

Image from Google

Advertisements