Untuk mu, dari hati….

Dear adik dan sahabat terkasihku….

teman perjalanan sejak semula kita dilahirkan.

Masih ingat kado kecil berupa sebuah buku yang kau hadiahkan padaku, di tahun 2010. Kala itu … aku terpuruk,aku tak mampu menata hidupku, aku terluka sekaligus melukai semua yang ada dalam lingkar kehidupanku.

Sebagai adik kecil yang mengasihi kaka nya, kau hanya menjadi teman saat air mata mengalir.

Kau mungkin tak memiliki keberanian untuk menjewer atau mencegah semua hal konyol yang kulakukan dan tak mampu menghapus air mata kesakitanku.

Buku darimu menenangkan kegelisahan yang kurasakan,menguatkan…akhirnya mengembalikan kesadaran bahwa aku cukup berharga untuk berbahagia,menemukan kembali arah hidupku,kembali menata hatiku,memahami bahwa semua hal sudah digariskan oleh Pemilik kehidupan. Mensyukuri semua hal, karena Tuhan yang paling tahu apa yg kita butuhkan…bukan apa yg kita inginkan.

Hingga kini buku itu menjadi penghapus keresahan, aku jauh dari mama dan papa yang bisa mengutuhkan keresahan dan kegelisahanku,jarak menjadi batas. Buku itu menjadi kesayanganku hingga kini,karena begitu banyak hikmah yang bisa diambil dari sana dan karena itu hadiah darimu….

Ada beberapa petikan yang ingin ku bagi untukmu,adikku sayang…mungkin saja kau membutuhkannya saat ini 🙂

” Shalat itu merupakan penjamin kelapangan dada dan pengusir keresahan ”

” Wanita yang berfikir akan mampu mengubah padang pasir menjadi kebun yang indah ”

” Debat kusir dan adu mulut yang sia-sia akan menghilangkan kejernihan pikir dan kewibawan ”

” Disetiap tempat , engkau akan menemukan kegelapan. karena itu, nyalakanlah pelita di dalam dirimu ”

” Bila engkau menyerah pada keputusasaan, engkau tidak akan pernah mendapat pengalaman dan tidak pula akan mendapatkan kebahagiaan ”

Dan wanita yang kukuh dan teguh meski dikecewakan kesabaran tapi tidak akan dikhianati oleh kebahagiaan,….

Bagaimana hidupku ? tentu saja kehidupan berjalan terus,dan masalah selalu datang silih berganti, hari ini kita tertawa riang bisa jadi esok air mata begitu deras mengalir. Jika hari ini kau tersakiti,menangis…jangan kehilangan harapan untuk esok yg lebih baik. Dan keajaiban yang menyembuhkan adalah memaafkan sayangku, memaafkan diri sendiri dan memaafkan orang lain. percayalah..itu akan menyembuhkan semua luka dan rasa sakit. Bisikkan di hatimu, cukuplah Allah dan berdamailah dgn diri sendiri.

* Aku sudah mengetuk, tapi engkau masih enggan mengadu seperti yang biasanya kau lakukan…seperti kau tahu aku tdk pernah merasa lebih benar,tidak…sampai kini aku masih terus belajar,masih terus melakukan hal-hal konyol,masih terus melakukan kesalahan, hanya saja aku sedikit lebih dulu lahir ke dunia ini,ijinkan berbagi…. karena aku menyayangimu *

# Moment yg akhir2 ini jarang terjadi,…kita terpisah jarak, smg tdk terpisah hati ya dik… #

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: