01.25 dini hari…

 

Ini catatanku,tadi malam…

Ketika waktu terasa lambat berjalan,

dan sunyi menikam.

Tentang hati yang terasa kosong dan berongga,

sedang engkau entah dimana ?

Pada isyaratnya aku tuliskan,

tidakkah teramat sering kau biarkan,

hatiku berawan.

hatiku melayang,..

01.25 dini hari

 

Image From Google

*unforgettable*

Seseorang pernah mengatakan padaku,

bahwa kehidupan itu sepert sebuah puzzle.

Dan kita membutuhkan orang lain,

untuk menyempurnakan susunan puzzle kita

menjadi kesatuan yang utuh.

Dan kau melengkapi kepingan puzzle hidupku,….

Pagi yang kesekian,…

Mari koreksi hati,…

Karena tidak boleh ada yang dominan dihati kita melebihi Allah.

Jika sudah bertumpu pada selain DIA, itu awal kegelisahan.

# Pagi yang sama seperti kemarin, kemarinnya, dan kemarin yang lalu. Baju yang kukenakan masih pakaian semalam, baby doll biru dengan nuansa garis dan kotak. Khayalanku mengembara sembari perlahan menguyah omelet mie,telur dan beef. Tiba-tiba teringat curhatan salah satu sahabat wanitaku, meraba-raba rasa hatinya,kegelisahannya, dan kesulitannya saat ini. Dia salah satu wanita kuat yang aku kenal, tapi ketika kehidupan pribadinya dan kehidupan keluarganya tidak dalam kondisi baik, air matanya mengalir juga. Dia baru menyadari mengalami stress, yup… wanita rentan sekali dengan stress. Mungkinkah akhir-akhir ini aku mengalami stress ? tidur gelisah, nafsu makan hilang, lagu mellow sedikit saja membuat melted dan memilih berdiam diri sendiri ketimbang bergabung dengan banyak orang. Tapi aku bahkan tidak tahu apa penyebab dan pangkal kegelisahanku.

Entah,… yang aku tahu ada PR besar yang harus segera aku selesaikan, yaitu mengkoreksi dan mendamaikan hatiku kembali.

Bukankah manusia meski hidup bersama tapi sesungguhnya tidak melekat satu sama lain. Sejatinya kebahagiaan ada di dalam diri kita sendiri, dan menggantungkan kebahagiaan pada diluar diri kita akan sangat melelahkan.

Omelet yang mulai dingin menghilangkan seleraku, kekosongan dan kesendirian selalu mendatangkan kegelisahan dan menghadirkan ingatan-ingatan yang tersimpan jauh dibelakang.

Pagi ini,… ada kehampaan yang ingin kulebur bersama 4 rakaat duha

Image from Google

Puisi, pagi dan setangkup roti

Pagi kesekian ketika berandaku begitu sunyi,

bahkan udara terasa berbeda.

Tidak berwarna nyaris tanpa suara,

lengang dan tak ada sesiapa.

Ini kotak mungil ku dan beranda kita,

meski  hening sekian lama lalu ku terbiasa.

Puisi kesekian tentang rasa dan fatamorgana,

pada dinding dan kertas-kertas,

aku bicara dan merasa,

menerka arah dimana,

akhirnya menepi dan mengunci hati.

Tentang lintasan galaksi hati dan takdirku,

yang disudutnya kusimpan keikhlasan,

singgahlah sesaat, sekedar meraba dan bertanya…

” apa kabar hati ? “

Mungkin tidak baik-baik saja,

dan jangan-jangan kau tidak pernah tahu.

Roti kesekian yang kubiarkan dingin seiring berlalunya pagi,

dan tebaran puisi manis yang ku baca pagi ini,

menghangatkan hati, meski…

gelisahku berhari-hari, mungkin karena sesuatu bernama ‘hati’

yang tengah enggan berdamai dengan diri.

* Kesabaran adalah menyatukan hati dan pikiran di satu tempat *

#Image From Google#

Untuk mu, dari hati….

Dear adik dan sahabat terkasihku….

teman perjalanan sejak semula kita dilahirkan.

Masih ingat kado kecil berupa sebuah buku yang kau hadiahkan padaku, di tahun 2010. Kala itu … aku terpuruk,aku tak mampu menata hidupku, aku terluka sekaligus melukai semua yang ada dalam lingkar kehidupanku.

Sebagai adik kecil yang mengasihi kaka nya, kau hanya menjadi teman saat air mata mengalir.

Kau mungkin tak memiliki keberanian untuk menjewer atau mencegah semua hal konyol yang kulakukan dan tak mampu menghapus air mata kesakitanku.

Buku darimu menenangkan kegelisahan yang kurasakan,menguatkan…akhirnya mengembalikan kesadaran bahwa aku cukup berharga untuk berbahagia,menemukan kembali arah hidupku,kembali menata hatiku,memahami bahwa semua hal sudah digariskan oleh Pemilik kehidupan. Mensyukuri semua hal, karena Tuhan yang paling tahu apa yg kita butuhkan…bukan apa yg kita inginkan.

Hingga kini buku itu menjadi penghapus keresahan, aku jauh dari mama dan papa yang bisa mengutuhkan keresahan dan kegelisahanku,jarak menjadi batas. Buku itu menjadi kesayanganku hingga kini,karena begitu banyak hikmah yang bisa diambil dari sana dan karena itu hadiah darimu….

Ada beberapa petikan yang ingin ku bagi untukmu,adikku sayang…mungkin saja kau membutuhkannya saat ini 🙂

” Shalat itu merupakan penjamin kelapangan dada dan pengusir keresahan ”

” Wanita yang berfikir akan mampu mengubah padang pasir menjadi kebun yang indah ”

” Debat kusir dan adu mulut yang sia-sia akan menghilangkan kejernihan pikir dan kewibawan ”

” Disetiap tempat , engkau akan menemukan kegelapan. karena itu, nyalakanlah pelita di dalam dirimu ”

” Bila engkau menyerah pada keputusasaan, engkau tidak akan pernah mendapat pengalaman dan tidak pula akan mendapatkan kebahagiaan ”

Dan wanita yang kukuh dan teguh meski dikecewakan kesabaran tapi tidak akan dikhianati oleh kebahagiaan,….

Bagaimana hidupku ? tentu saja kehidupan berjalan terus,dan masalah selalu datang silih berganti, hari ini kita tertawa riang bisa jadi esok air mata begitu deras mengalir. Jika hari ini kau tersakiti,menangis…jangan kehilangan harapan untuk esok yg lebih baik. Dan keajaiban yang menyembuhkan adalah memaafkan sayangku, memaafkan diri sendiri dan memaafkan orang lain. percayalah..itu akan menyembuhkan semua luka dan rasa sakit. Bisikkan di hatimu, cukuplah Allah dan berdamailah dgn diri sendiri.

* Aku sudah mengetuk, tapi engkau masih enggan mengadu seperti yang biasanya kau lakukan…seperti kau tahu aku tdk pernah merasa lebih benar,tidak…sampai kini aku masih terus belajar,masih terus melakukan hal-hal konyol,masih terus melakukan kesalahan, hanya saja aku sedikit lebih dulu lahir ke dunia ini,ijinkan berbagi…. karena aku menyayangimu *

# Moment yg akhir2 ini jarang terjadi,…kita terpisah jarak, smg tdk terpisah hati ya dik… #