*Biar saja,….*

Dengan segala yang hilir mudik dihadapanku,
kamu masih menempati prioritas khayalan.
Masih berdiam disana,
disudut yang bahkan tanpa penerangan dan penghayatan.

Membaca motivasi hati, bahwa melupakan itu mudah saja.
Jadikan niat lalu deleted, selesai…
Anehnya kamu tidak pernah semudah itu !
Slalu timbul tenggelam dan berputar pd rotasi yang sama,
dilintasan galaksi hatiku.
tidak pernah terlepas meski kita tahu sudah saling melepaskan.

Aku sudah berhenti untuk menjadi bodoh dan naif,
berhenti menjadi fans abadimu.
Berhenti mengagumi setiap jengkal pesona
dan semua hal yg slalu tampak menarik jika bernama kamu.
Tapi menjadikanmu tampak biasa dimataku,
lebih sulit lagi.

Ini sudah terlalu lama,
sesungguhnya apa batasan cinta dan kekaguman,
sedang jari kita terlepas sedari dulu.
Curangnya waktu padaku.

Pada akhirnya aku merelakan sekeping ruang disudut itu
membiarkannya entah sampai kapan,
masih bernama kamu, meski tak pernah ada kamu.

Advertisements