D e l e t e d,……

Tidak ketika udara sehangat ini,
dan bibir mu tak kunjung bermurah hati menghadiahiku senyuman.

Jangan,…
pada lembayung jingga kau masih menitikkan buliran bening.

Kau bukan serupa daun kering,
yang bersuara ketika terinjak hampa.

Kau bukan serupa bunga-bunga tanpa makna,…
kau bukan langit suram tak berpelangi.

Senyum lah pada semua cinta yg menghadiahi sejuta pagi di kelopak matamu yg terbuka.
Pada udara dan aroma yg terus memanjamu,…
menganugerahimu ‘harapan’ tanpa batasan.

Bercintalah pada nama yang menumpahkan smua harap pd senyummu.
Tidak pada cinta yang nyaris membuatmu hilang udara.
Lepas segala prosa,diksi dan puisi ttg dia yang membekukan hati.

Kau lebih indah ketika tak melulu beraroma jingga.

Advertisements

Selalu ada harapan…

” dalam proses itu pernahkah kamu merasa stress atau putus asa ? karena ini tidak mudah ? lalu bagaimana kita menghadapinya ? ”

Pertanyaan seorang ibu yang sedang khawatir dan bertanya padaku kemarin siang tentang history penyakit ku dulu,aku tersenyum dan meyakinkan bahwa segeralah ke dokter. jangan menunda jika menemukan benjolan atau apapun yg terasa tidak biasa di tubuh kita.
Jangan bicara ‘takut’ lalu enggan dan menunda konsultasi pada ahlinya. Jika ingin pengobatan alternatif seimbangkan dengan tetap dalam pengobatan medis.

Tentu saja aku juga mengalami saat menangis dan ketakutan yang hebat, takut menjalani setiap proses medis, takut pada bayangan kematian yg seolah mengintai di atas kepala, takut tak bisa bersama lagi dengan orang-orang yg kita kasihi, takut pada rasa sakit. Saat seperti itu aku menyadari satu hal, bahkan harta dan orang-orang yang akan melakukan apapun untuk kesembuhan kita tidak akan mampu memberikan ketenangan pada hati kita kalau bukan DIA, Allah swt….

Aku menemukan kelegaan ketika bibirku tak lepas dari dzikir meski 2002 vonis kanker aku terima,…Mengabaikan Tuhan dalam kehidupan kita itu kebodohan,tapi mengabaikan Tuhan saat mengalami rasa sakit itu lebih dari kebodohan. Karena hanya doa satu-satunya obat penenang yang paling hebat.

Doa dan berusaha untuk sembuh, lalu berjuang,…aku meminta operasi secepatnya,menjalani jadwal khemotherapi yang panjang sesuai anjuran dokter,menahan rasa sakit dan ketidak nyamanan setiap proses medis, berhenti mengeluh ketika makanan menjadi terasa sangat menyiksa,ketika pemeriksaan yang satu ke pemeriksaan yang lain, ketika jarum suntik dan obat menjadi serupa dengan ‘cemilan’ setiap hari. Disiplin pada pola hidup sehat dan tetap menjaga semangat di dalam diri.

Bahkan ketika hari-hari tampak tanpa harapan, muram, melelahkan dan menyakitkan. Aku ingat betapa air mataku dulu jarang sekali menetes… beberapa kali, ketika si kecil senja enggan kupeluk karena bundanya tampak mengerikan dengan tubuh penuh selang dan tak berdaya, ketika satu waktu merasakan rasa sakit yang lebih hebat dari sakit melahirkan, ketika tanpa suara mengalir begitu saja air mata mohon ampunan pada Rabbku.

Yang aku tahu kekuatanku adalah hadiah dari Tuhan, hingga aku tidak berputus asa dan terus berjuang. Sungguh…. dokter hebat, peralatan canggih dan rumah sakit mahal itu tidak akan ada artinya tanpa semangat hidup seorang pasien.

Jangan menunda jika menemukan keanehan pada tubuh kita, jangan abaikan rasa sakit, karena sesungguhnya yang paling mengetahui kondisi tubuh kita adalah diri kita sendiri. Jangan abaikan sinyal yang diberikan tubuh kita, otak kita akan memberikan sinyal lewat rasa sakit. jangan abaikan… lebih baik mengetahui secara dini lalu memiliki kesempatan untuk berobat dan kembali sehat. Dari pada menutup mata dan mengabaikan diri, toh akhirnya mengetahui dan terlambat untuk ditangani.

Proses menjaga kesehatan adalah untuk seumur hidup,2002-2010 proses melelahkan dan penuh hikmah. Aku berdoa tidak ada lagi teman,kerabat atau sahabat yang mengalami penyakit spesial ini apapun jenisnya. Amiiinnn…..

Sebagian cerita dari perjalanan hidup dan kesehatan,…

Blurrr,…..

Bukan persoalan yang bisa begitu nyata terlihat oleh mata biasa,
bukan kegalauan karena persoalan-persoalan remeh yang terukur pandangan
dan bernilai material.
Yang terkadang begitu menusuk jauh kedalam adalah hal-hal yang sebegitu
menyesakkan perasaan.

Mungkinkah bernama fatamorgana karena terlihat begitu pas, begitu ideal dipandang,
begitu serasi dan sepadan ?
Heyyy…. jurang apa yg terlihat begitu jauh membentang !

Setelah sekian situasi yang tidak mengenakan, ini lah penyadaran…
bahwa ketika alur fikir takkan pernah serasi, ketika bahkan kesesuaian tidak bertemu,
dan jalanan sudah teramat panjang terlewati.
Dan berharap pengertian sungguh sebuah imaji, cukup penyadaranku saja.
Bahwa aku terlihat indah ketika selalu menjadi maumu,
menjadi inginmu, menjadi semua sesuai perasa mu.
Cukuplah aku berhenti melangkah… berhenti bicara tentang hal-hal yang aku minati,
dan menghadirkan kegundahanmu saja. Jadi STOP untuk segala mauku…
Aku kembali ke dalam… kebilik yang seharusnya tempatku berada.

Disini hening,..hening yang kadang nyaris membekukan perasaan !