*Diksi termanis*

Ada diksi termanis, kubingkai kupastikan menetap di ruang hati ku yang terindah.
Diksi tentang cinta sepenuh bumi ku untukmu….

Masih terasa manisnya,
lekat begitu erat menyecap setiap indera perasaku.

Aku enggan beranjak,tak ingin meninggalkan jejak.
Kubiarkan menetap di sepenuh ruang,
meski hanya tinggal bayang.

Meski tentang sebuah ingatan,…..pada diksi yang menggenapkan jiwaku pada suatu waktu.
Cukup,….. kamu*.

Advertisements

Aku hanya inginkan senja

Aku hanya inginkan senja,
karena pagi yang cerah kini tak lagi memberikan kehangatannya …..

Aku hanya inginkan senja,
karena siang yang penuh pelangi kini tak kunjung membuatku penuh warna …..

Aku hanya inginkan senja,
karena rembulan malam yang bersinar terang kini tak lagi ditaburi gemintang …..

Aku hanya inginkan senja,
agar aku bisa menghilang dalam pekatnya malam ……

Aku hanya inginkan senja!!!…

*dalam bingkai kenangan*

Sayang,mengertilah….

Terkadang cintamu membuatku mabuk.
malam menjadi terasa lebih gelap,
dan siang terasa lebih membakar

Kau cintai adalah keniscayaan,
kasihmu begitu dalam melingkupiku
hingga menjelma menjadi kabut,
sedangkan aku waktu yang sekejap.

Sayang,…tidak kurang kecintaanku dari kesejukan udara
yang setia memberimu ruang kau bernafas.
tidak pernah kurang….

Walau aku ingin kau mengasihiku,
sebatas mampu hatimu mengejaku
usah memahami ketika dadamu terasa berat.

Aku cinta yang larat,
seringkali menghadirkan hujan dimatamu,
acapkali menciptakan mendung dijiwamu…
tapi aku ruang yang tak henti memahamimu.
beranda teduh ketika kau rindu sejuknya embun didedaun
ketika mentari membakar.

Aku juga simphony ketika kau labuhkan gundah setelah lelah berjalan,
tapi aku juga badai,
yang memporandakan rasamu
jika jemari kita tak kunjung bertaut.
Karena aku juga mampu berlari,
sejauh dan secepat angin bertiup.

Rendezvous

Kuingat lagu itu,
air mataku menepi karena kehilangan nan tak tertanggungkan.
tatap mata itu,
saat cinta menyentuhku,
seolah mentari takkan terbit tanpamu.
Kini,aku siuman disini.
kesepian yang terasa menusuk dari segala arah.
Kulewati hampir separuh jalanku,
tak kusesali segala kebodohan karena mu,
tlah kutemukan kedewasaan menjalaninya.
aku tahu,cinta itu…
masih akan membawaku ke tempat-tempat asing.
tempat pembelajaran diri,
kelak kan kutemukan arti dari berjumpa dan terpisah.
Kelak kan kupahami rasa yang menghadirkan…

Bayang ingatan

Sayangnya kau lupa,
betapa kau terlalu jauh masuk ke jantung hati.
hingga ketika kau pergi,
hingga kini altarmu tak juga berpenghuni.

Waktu yg sama ketika kita berjumpa,
semudah luruhnya rintik hujan dimusimnya,
semudah itu jatuh cinta…

Sekejap kau dan aku menjadi kita,
kau udaraku,
aku alasanmu…
rindu menjadi penyejuk kau dan aku.

Diwaktu yang sama ,
aku menemukan cinta…
ketika awan berarak menjadi rintik,
dan jingga menjanjikan kehadiran setiap masa,
kini rindu bahkan tak lagi menepi.

Masihkah ingat pada cinta putih yang kau bisikkan tepat ditelingaku ?
Tidak,…. aku rasa kau tlah lupa….