Dia serupa puisi

Dia serupa puisi,…

hangat dan menetap setelah menyentuh,

dan menghadirkan embun ditepian hati.

Dia serupa air,…

membasahi sekian kemarau,

mampu menjadikan kuncup bersemi

tak pada musimnya.

Dia serupa angin,…

memberikan semilir, melenakan dan melelapkan

jiwa yang rindu kesejukan.

menerbangkan kehampaan,

menjemput keindahan lewat sepoinya yang membelai.

sayangnya,….dia serupa badai…

memporandakan pondasi rasa,

mematahkan ranting hati,

tak terenovasi….

Dia masih serupa puisi,…

Masih serupa syair dan bait yang tak kunjung terpahami

entah mengapa begitu menetap dipalung hati……

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

4 Comments

  1. Aku..ingin serupa embun yang senantiasa menyegarkan tak tergantung unsur alam lainnya…

    *pa kabar mba..?kangennn 🙂

    Reply
  2. Adrian Gerhan

     /  January 16, 2011

    Nice poem ^_*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: