Usah lagi mendua,

Selalu ada renyah tawa yg berderai setiap kehadiranmu,
menghadirkan senyuman dan menghapus lara.
kau tak pernah lelah membawa sejuta keriangan,
kau selalu ada setiap tetesan air mata,
menghapusnya tanpa ku bersusah payah.

terakhir kulihat kau masih mengulum senyuman,
mendekap sebongkah rindu didadamu untukku.
terakhir masih kutemukan barisan puisi cintamu,
menungguku ditikungan saat senja.

Sebelum rasaku membeku,
entah mengapa ada ngilu bermain disetiap sekat dinding hati,
membayangkan paras ayunya menahan tangis,
membayangkan pelukanmu untuknya tak sehangat biasanya.
membayangkan matamu menyimpan bayanganku saat menatapnya.

Ku lepaskan setiap kepingan rasa,
sudahlah….
takkan lagi ku membuatmu mendua

#30harimenulispuisi #day23 tema : Cinta dan perselingkuhan

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

7 Comments

  1. Lebih baik ku sendiri daripada kau duakan cintaku 🙂

    Reply
  2. Hmm…selalu terpana dg susunan kata2 itu…

    indah mbak 🙂

    Reply
  3. pedih…namun jelas terpapar untuk dilupakan..

    Reply
  4. tapi jika dia masih mendua
    campakkan saja hihiii

    Reply
  5. Duh.., jangan sampai mendua.. kasihan yg diduakan.

    Reply
  6. mencoba membayangkan diri pada posisi itu, ternyata berattt sekali…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: