Asa di matamu

Menemukan mu kembali ditemaram langitmu,
menemukan bingkai asaku yang terkubur waktu.
menjaring sekelumit kisah keterpisahan,
menjalinnya kembali menjadi simpul asaku padamu.

Dipendar matamu asaku menjadi doa….

Wanita berselubung kabut,
tidakkah jalanku menemukanmu terlalu liku,
mengapa tidak kau raih jemariku,
lalu kita saling membalut luka…

Ucapkan apa saja,duhai wanita…
jangan membiarkan aku hanya bergantung pada pendar matamu,
pada asa yang membias redup disana.

#30harimenulispuisi #day 14 ‘harapan’

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

11 Comments

  1. Waah, di detik-detik terakhir ya mbk.Irma, akhirnya muncul juga asa yang dinanti 🙂
    Indah mbak 🙂

    Reply
  2. Tataplah asa di matanya..
    Sebagai bentuk kasihmu padanya, selamanya..

    Reply
  3. Salam kenal mba irma :),
    semoga asa dimataku tak sekedar menjadi sebuah harapan tp kenyataan

    Reply
  4. wah, mbak Irma sibuk disini ternyata. Pantas saja blogspotnya jadi sepi sekarang… hehehehe

    Reply
  5. Masih semangat utk mengerjakan puisi 30 harinya ya mbak ?
    Pendar asa yg sedemikian redup di mata itu seolah tak memberi harapan agar terbebas dari keterpisahan mbak… *sok tahu nih hehh*

    Reply
    • semangat sih masih menyala mba hehe…tp ide gak kunjung hadir *_*
      iya mba…sinarnya redup bahkan tak menunjukan harapan meski setitik 🙂

      Reply
  6. asa itu mungkin redup, tapi jangan biarkan ia padam ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: