Jarak

Angin dingin dipenghujung tahun,
menggigilkan ringkih tubuhmu…

Engkau tetap tak bergeming,
diam ditempatmu tanpa suara…

menutup rapat semua pintu dan jendela,
menghalau semilir kesejukan dan mengabaikan harapan.

Aku berdiri disepanjang perjalanan kita,diam…
tak mampu sedikit membuka celah dari ketertutupan gerbang jiwamu.

Jangan membuatku menunggu terlalu lama,
angin dingin ini mulai membekukan raga dan rasaku.

Tidakkah kau ingin membuka tabir,
penghalang kau dan aku.

Penghuni garbaku,…
ungkapkan apa yg mengendap di bilik kalbumu.
Jujurlah sebelum aku lelah dan menyerah…..

#30harimenulispuisi #day13 tema ‘ kejujuran ‘

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

9 Comments

  1. diam, dan ketidak terbukaan, menghadirkan tanya dalam diri
    ah… kejujuran memang harus disampaikan
    daripada terus bertanya dalam ketidakpastian
    yang tentu hadirkan lelah disana >.<

    keren mba' ^^

    Reply
  2. jarak yang tercipta…
    meski raga berdekatan…
    namun tetap kan membawa selubung..
    selubung itulah, jarak itu..

    Reply
  3. Salam kenal mba irma πŸ™‚
    keren mba πŸ™‚

    Reply
  4. Mengharap kejujuran orang lain juga ternyata melelahkan ya mb.Irma πŸ™‚

    Reply
  5. huwaaa
    semua kata yang terangkai indah sekali πŸ™‚

    jangan sampai kelelahan itu menambah jarak diantara kalian >.<

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: