Hitam kopi dan dia

Tanganmu perlahan menarik secangkir kopi hitam dimeja,
mendekatkan pada bibirmu… menghembuskan sedikit udara,menghalau asap beraroma yg menghambur diujung penciumanku, mewangi aroma memenuhi ruang segitiga kau,aku dan kopi.

Matamu hangat menjelajahi wajahku,…
mencari jawaban mengapa aku tak pernah ingin mencoba barang sedikit menyecap kopi.
mengapa aku hanya setia menyeduh dan menyajikan,tanpa ingin merasa..?
Aku suka aroma hitam kopimu,tapi cukuplah menciumi tak ingin membasahi bibirku dengan rasa pahitnya.

Cukuplah menemanimu menyecap rasa secangkir kopi setiap waktu,….

* Ada banyak bahasa,…salah satunya bahasa menghargai setiap pilihan *

#30harimenulispuisi #day12 tema ‘ hitam kopi dan dia ‘

Advertisements
Leave a comment

6 Comments

  1. Hanya menyajikan saja ya mb.Irma, dan dia pun menjadi bahagia 🙂

    Nice, puisi manis ttg kopi di pagi hari 🙂

    Reply
  2. menemani di setiap tegukannya…ah..indahnya…:)

    Reply
  3. benar mba,..cukup menemani saja…:)

    Reply
  4. karena yang nulis sepertinya ndak suka kopi, maka cukup dengan menyajikan dan menemani dapat memberi makna tersendiri pada hitam kopi dan pasti dia yang setiap hari beruntung menerima seduhan kopi darinya 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: