Penghujung tahunku dan kamu

Sudah ku peti matikan segenap rasa hangat saat mengingatmu, kugulung setiap barisan kerinduan yang sejujurnya terus menerus mencoba hadir dipermukaan disetiap kutemukan kepingan-kepingan puzzle kisahmu dan aku. Pada butiran pasir pantai…dibibir nya kita berpeluk,pada setiap jalan yang terlewati,pun pada matahari yang terbenam. Pada bingkai puisi,…pada ruang kau dan aku dipertemukan.
Akhhh…..aku menipu perasaan,semua masih tentang kamu lembayungku !

Bagaimana kuhapus jejak yang begitu dalam tinggal disini,…
bagaimana berdamai dengan sel air mata yang masih saja luruh setiap kenangan berkelebat diotakku yang memorynya tak juga rela menghapus shiluetmu dalam temaram senja.

sayang,……
Tidak cukupkah menghadirkan nestapa dengan hadir karena mencintaimu pun menyakitkan,
mengapa menabur luka dengan meninggalkan…?
Mengapa begitu mencintainya,hingga tak mampu menduakan.

masih kulukis dan kueja satu demi satu huruf yang menuliskan namamu, masih kuputar ulang episode demi episode kita. Aku rasa kau tak lagi menginginkan reinkarnasi kita untuk bersama.
sayangnya,… dipenghujung di tahun aku dan kamu dipertemukan aku masih menginginkanmu lebih dari sebelumnya ! meski… kau tlah kembali pulang.

#30harimenulispuisi #day11 ‘ Desember ‘

Advertisements