pucat

Awan berarak,….
daun kering berserak,
ada ilusi tentang mu yg melintas melewati ujung penciumanku,
memilin semua rasa hingga kelu bibir membeku,
mungkin kau tersentak jika menatapku sejenak,
aku pucat,…tidak karena angin yg menggigilkan sendi-sendiku,
tidak pun karena lelah tubuhku,
tapi bayangmu hampir menghentikan laju peredaran darahku,
menghapus jingga yg biasa membias dirasaku,
kamu….. memucatkan segala rasa dan rona.

kamu yang menawarkan segala rasa……

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

4 Comments

  1. wah, ini yg di rekomendasikan mbak inge ya? 🙂

    pucat, tema 30 hari Puisi kami yg ke lima. salam.

    Reply
  2. Lanjut…

    Segala Rasa,,,DI hati selama ini

    mampir mbak..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: