pucat

Awan berarak,….
daun kering berserak,
ada ilusi tentang mu yg melintas melewati ujung penciumanku,
memilin semua rasa hingga kelu bibir membeku,
mungkin kau tersentak jika menatapku sejenak,
aku pucat,…tidak karena angin yg menggigilkan sendi-sendiku,
tidak pun karena lelah tubuhku,
tapi bayangmu hampir menghentikan laju peredaran darahku,
menghapus jingga yg biasa membias dirasaku,
kamu….. memucatkan segala rasa dan rona.

kamu yang menawarkan segala rasa……

Advertisements